Breaking News:

Penembakan Pendeta di Lubuk Pakam, Peluru Dibawa ke Labor Untuk Diteliti

Penembakan seorang pendeta terjadi di lubuk Pakam, Korban harus menjalani operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di dadanya. Peluru tersebut

Editor: Eko Setiawan
Kompas.com
Ilustrasi penembakan seorang Pendeta oleh orang tidak di kenal. Korban harus menjalani operasi pengeluaran peluru. 

TRIBUNBATAM.id,  MEDAN - Seorang pendeta menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal.

Usai penembakan tersebut, Dada Pendeta yang diketahui bernama Fernando itu harus menjalani operasi pasca penembakan terjadi.

Sejauh ini, kondisi sang pendeta sudah mulai berangsur membaik.

Diketahui, peluru yang bersarang di dada sang pendeta sudah dikeluarkan.

Kemudian peluru dibawa ke laboraturium untuk dicek disana.

Pendeta Fernando adalah Pendeta Gereja GSJA Kecematan Lubuk Pakam.

Baca juga: Sering di Bully, Pria Ini Nekat Tikam Temannya Dengan Pisau Hingga Tewas

Baca juga: Penembakan di Texas, Bocah Ditembak saat Hubungi 911

Sempat Dibawa ke beberapa rumah sakit

Pendeta Fernando Tambunan yang ditembak orang tak dikenal di Deliserdang baru selesai operasi pengangkatan peluru.

Pendeta gereja GSJA Kecamatan Lubuk Pakam dioperasi di RSU Bina Kasih Medan hari ini.

Kapolresta Deliserdang Kombes Irsan Sinuhaji mengatakan korban menjalani operasi toraks pada bagian dadanya yang tertembak.

Saat dioperasi, pendeta Fernando dibius total.

Setelah operasi, peluru yang sempat bersarang di dadanya itu dibawa ke Laboratorium forensik Polda Sumut untuk diteliti.

"Saat ini informasinya masih di RS Bina Kasih pascaoperasi toraks tetapi dibius keseluruhan," kata Kapolresta Deliserdang Kombes Irsan Sinuhaji, Kamis (30/6/2022).

Fernando terpaksa dibawa ke rumah sakit di Medan karena rumah sakit awal tak mampu menangani luka tembak.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved