Cara Berinvestasi di Pasar Modal bagi Pemula, Simak Tips Ini agar Tidak Merugi
Bagi Anda pemula, cara investasi di pasar modal sebenarnya bukanlah perkara sulit. Meski demikian, penting untuk memperhatikan berbagai hal agar tujua
TRIBUNBATAM.id - Ada beberapa tips melakukan investasi di pasar modal yang perlu diketahui oleh para investor pemula agar bisa mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang.
Investor pemula bisa mencoba beberapa investasi berupa investasi saham, reksadana, dan obligasi atau surat utang di pasar modal.
Bagi Anda pemula, cara investasi di pasar modal sebenarnya bukanlah perkara sulit.
Meski demikian, penting untuk memperhatikan berbagai hal agar tujuan dapat tercapai dan meminimalisir kerugian di tengah jalan.
Melansir dari Nerd Wallet dan Bank Rate pada Sabtu, (2/7/2022), berikut cara yang bisa membantu Anda dalam memulai berinvestasi di pasar modal.
Baca juga: INI Waktu Terbaik Membeli Emas untuk Invesatasi Tanpa Harus Tunggu Harga Turun
Baca juga: Tips Jitu Memulai Investasi Emas bagi Pemula, Modal Kecil tapi Menguntungkan
Cara Pemula Memulai Investasi di Pasar Modal
1. Tentukan Tujuan Investasi secara Spesifik
Berikut ini hal-hal yang perlu dipikirkan sebelum melakukan investasi pasar modal:
- Tujuan investasi. Apakah kebutuhan jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang.
- Risk appetite atau selera risiko. Apakah Anda menyukai investasi yang berisiko tinggi, sedang, atau yang relatif aman?
- Jumlah dana untuk investasi. Berapa yang ingin dianggarkan untuk investasi secara rutin. Penting untuk diingat bahwa dana untuk investasi beda dengan dana untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
2. Pahami Tempat Berinvestasi
Anda harus benar-benar memahami tempat berinvestasi yang Anda pilih. Tempat berinvestasi yang dimaksud adalah instrumen investasinya. Pilihlah sektor investasi yang benar-benar Anda pahami.
Seperti mengetahui produk apa saja yang dijual oleh perusahaan atau dari mana saja sumber pemasukan perusahaan, serta bagaimana proses bisnisnya.
Mengutip dari Money Us News, penilaian merupakan faktor penting saat memilih saham. Profitabilitas perusahaan, prospek pertumbuhan pendapatan, kualitas manajemen dan kinerja industri.
Beckerman pun mengatakan penting untuk memberi investor beberapa warna seputar sentimen mengenai berbagai kelompok industri.
Baca juga: Mau Bisnis Online Tanpa Modal? Ikuti 5 Trik Jitu Ini agar Dapat Penghasilan Menggiurkan
Baca juga: Syarat Jadi Reseller Shopee Tanpa Modal Tapi Menguntungkan, Begini Cara Kerjanya
3. Investasi secara Bertahap
Sebagai investor pemula, anda mulai rajin membeli instrumen investasi yang dipilih. Investor perlu memikirkan strategi dan kesempatan jangka panjang.
4. Lakukan Diversifikasi Investasi
Berdasarkan Bank Rate, pembelian bertahap juga dapat memberimu peluang untuk mengamati pergerakan harga saham di sektor lain.
Jadi, Anda tidak menempatkan seluruh uang di satu sektor saja. Inilah yang disebut diversifikasi investasi.
Jika sudah membeli saham di sektor properti, misalnya, kamu bisa menempatkan uang di sektor komoditas.
Tujuannya untuk meminimalisir risiko yang mungkin terjadi di masa depan. Ketika salah satu sektor melemah, setidaknya sektor yang lain menguat. Jadi, Anda tidak kehilangan banyak uang.
5. Amati Pergerakan Harga
Anda harus mengamati pergerakan harga investasi yang Anda pilih, baik itu saham, reksadana, maupun obligasi.
Apalagi, jika Anda berinvestasi saham yang pergerakan harganya sangat fluktuatif, Anda harus terus memantau harganya.
Harga saham tidak selalu turun meski kondisi ekonomi tengah sulit. Akan ada masanya harga saham tersebut naik. Sehingga, rajinlah mengamati pergerakan harganya.
Berapa persentase kenaikan dan penurunan harga dalam kurun waktu tiga hari terakhir.
6. Mulai dari Sekarang
Memilih kesempatan yang sempurna untuk terjun dan berinvestasi di pasar saham biasanya tidak bekerja dengan baik.
Tidak ada yang tahu dengan pasti 100 persen waktu terbaik untuk masuk.
Baca juga: Cara Menghubungkan Layar HP Android dan iOS ke Laptop/PC
Baca juga: PROMO Indomaret hingga 5 Juli 2022, Kebutuhan Dapur hingga Susu Anak Murah Meriah
Investasi dimaksudkan sebagai kegiatan jangka panjang. Tidak ada waktu yang tepat untuk memulai.
Jika Anda berinvestasi sekarang, dan makin sering dari waktu ke waktu, penggabungan itu adalah hal yang benar-benar dapat mendorong hasil Anda.
Jika Anda ingin berinvestasi, sangat penting untuk benar-benar memulai dan memiliki target dari waktu ke waktu.
Mengingat anda masih investor saham pemula, ada baiknya luangkan waktu lebih banyak untuk belajar investasi saham.
Dengan begitu, hasil investasi pertama Anda tidak mengecewakan dan tentunya mendapat keuntungan.
(TRIBUNBATAM.id/LIA SISVITA DINATRI)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-investor_20180422_151707.jpg)