Breaking News:

PMI ILEGAL DI BATAM

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus 42 PMI Ilegal di Batam Siap Kirim ke Malaysia

Polisi tetapkan M sebagai tersangka soal pengiriman PMI Ilegal dari Batam ke Malaysia. M punya peran mengurus keperluan PMI selama di penampungan.

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Beres Lumbantobing
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhart saat ungkap kasus terkait pengiriman PMI ilegal Batam ke Malaysia, Sabtu (2/7/2022) di Mapolda Kepri. Polisi menghadirkan tersangka M. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhart mengatakan, adanya 42 orang Pekerja Migran Indonesia atau PMI yang ditampung di ruko Jodoh Center, Batu Ampar, Batam, Kamis (30/6/2022) lalu merupakan bukti masih maraknya pengiriman PMI ilegal lewat Batam.

Puluhan calon PMI ilegal di Batam ini diamankan anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri.

Batam ini masih jadi primadona jadi jalur pengiriman PMI secara ilegal. Penangkapan 42 PMI ini merupakan bukti nyata kepolisian tak pernah berhenti mengungkap praktek perdagangan manusia,” ujar Harry saat menggelar ungkap kasus penangkapan 42 PMI di Mapolda Kepri, Nongsa, Batam, Sabtu (2/7/2022).

Ia menerangkan, dari 42 PMI yang ditangkap 24 di antaranya berjenis kelamin laki-laki dan 18 lainnya perempuan.

Harry mengatakan, penangkapan 42 PMI ini bermula dari informasi masyarakat terkait adanya penampungan PMI.

Setelah dilakukan penyelidikan polisi, pihaknya pun mengamankan 42 PMI tersebut pada Kamis sore.

Selain 42 PMI, polisi juga mengamankan satu orang pengurus di lokasi.

Dia M (37), diduga sebagai pengurus PMI ilegal. Kini, polisi sudah menetapkan M jadi tersangka.

Baca juga: BREAKING NEWS, Polisi Gerebek Penampungan PMI Ilegal di Batam Tujuan Malaysia

Baca juga: Polisi Temukan 42 PMI Ilegal di Batam Siap Kirim ke Malaysia dari Penampungan

Tersangka M memiliki peran untuk mengurus seluruh keperluan para PMI selama di penampungan.

Saat ungkap kasus, tersangka M dihadirkan polisi lengkap menggunakan baju tahanan, dengan tangan diborgol. M hanya terlihat membungkuk.

Tersangka M merupakan pria asal Bumi Ayu, Jawa Tengah.

“Mereka ini dikumpulkan di ruko. Di sana, pengurus M akan melayani dan mengakomodir seluruh keperluan para PMI di penampungan,” katanya.

Harry menjelaskan para PMI tersebut berasal dari berbagai daerah, ada dari Lombok, Jawa, Sumatera.

Mereka direkrut dari daerah asal masing masing untuk dipekerjakan di Malaysia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved