Breaking News:

DISKOMINFOTIK ANAMBAS

Anambas Waspada Banjir Rob, BPBD Minta Warga Batasi Aktivitas ke Laut Lepas

Banjir rob berpotensi terjadi di Anambas tanggal 11-19 Juli 2022. BPBD imbau masyarakat siaga dan tetap waspada

tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Anambas, Syarif Ahmad imbau masyarakat pesisir siaga dan waspada banjir rob 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Banjir rob berpotensi menerjang pesisir Kabupaten Kepulauan Anambas lebih kurang sepekan ke depan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi banjir rob di Anambas ini terjadi pada tanggal 11 - 19 Juli 2022.

Penyebabnya karena ada aktivitas pasang air laut dan curah hujan tinggi di pesisir Anambas.

Terkait itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas mengimbau agar masyarakat di pesisir siaga dan waspada apabila potensi banjir rob tersebut terjadi.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Anambas, Syarif Ahmad mengingatkan kepada warga agar membatasi diri untuk tidak melakukan pergerakan atau aktivitas ke laut lepas.

Baca juga: CUACA Batam Hari Ini Bakal Berawan, Ini Sejumlah Wilayah Kepri yang Berpotensi Hujan

"Potensi itu sebenarnya bisa terjadi bisa tidak. Akan tetapi lebih baik kita siap untuk menghadapi kondisi terburuk itu nantinya," ucapnya saat dikonfirmasi Tribunbatam.id, Selasa (5/7/2022).

Ia mengatakan, berkaca pada peristiwa banjir rob sejak akhir tahun 2018 hingga tahun 2020, hampir seluruh pesisir Anambas, khususnya di Kelurahan Tarempa diterjang banjir rob.

"Ya banjir rob itu terjadi di pusat Tarempa dekat Kantor Bupati lama, maksimal ketinggian diperkirakan mencapai 1 meter atau sepinggang orang dewasa. Jadi saat itu berkas-berkas di kantor terdampak dan kita sempat buat laporan ke BPK," terangnya.

Maka dari itu, BPBD Anambas mengimbau masyarakat dapat waspada serta mempersiapkan segala sesuatunya, apabila banjir rob terjadi secara meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat.

"Peringatan dini berupa imbauan tentu kita lakukan karena potensi aktivitas pasang air laut dan curah hujan yang tinggi ini dapat menyebabkan banjir rob, sehingga masyarakat dapat mempersiapkan sedini mungkin," sebutnya.

Selain banjir rob, dirinya juga mengatakan, pihak BPBD telah melakukan kegiatan kewaspadaan terhadap pohon-pohon besar yang berpotensi tumbang guna menghindari situasi yang berbahaya.

"Kita juga telah melakukan tindakan antisipasi pohon-pohon besar yang memungkinkan untuk roboh atau tumbang, jadi kita waspada sebelum terjadi," kata Syarif. (Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved