Breaking News:

ANAMBAS TERKINI

Penyebar Konten Video Bermuatan Asusila di Anambas Dilaporkan ke Polisi

Warga Anambas melaporkan kasus dugaan penyebaran video bermuatan asusila ke polisi. Terlapor merupakan orang yang menggerebek pasangan muda

tribunbatam.id/istimewa
Foto laporan polisi terkait kasus dugaan penyebaran video bermuatan asusila di Anambas 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Video viral terkait penggerebekan pasangan lelaki dan perempuan muda di Anambas yang hendak beradegan asusila berbuntut masalah hukum.

Pasalnya, pihak keluarga dari perempuan yang ada dalam video viral tersebut keberatan dengan perlakukan sejumlah pelaku penggerebekan.

Mereka diduga menyebarkan rekaman video berdurasi 2 menit 50 detik itu ke media sosial.

Pihak keluarga memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke polisi. 

Dalam video yang direkam pada malam hari itu, tampak sejumlah orang menggerebek pasangan muda di bawah pohon yang diduga berada di kawasan salah satu sekolah di Desa Putik.

Baca juga: Kasus Asusila di Batam, Oknum Guru Ngaji Perdaya Korban Sejak SMP

Sambil mengeluarkan nada keras, pihak penggerebek terus menyorot perempuan muda di video itu hingga dia jongkok, ketakutan.

Darwin, paman dari pihak perempuan mengatakan, laporan tersebut telah disampaikan kepada pihak kepolisian Anambas pada Rabu (6/7/2022) dengan nomor laporan LP/B/08/VII/2022/SPKT/POLRES KEPULAUAN ANAMBAS/POLDA KEPRI, atas dugaan penyebaran video bermuatan asusila.

"Ya kami dari pihak keluarga perempuan tidak terima dan tak ada lagi kata berdamai. Maka sepenuhnya kasus ini kami serahkan kepada pihak yang berwajib, jika memang pelaku dinyatakan bersalah mohon untuk ditindak sebagaimana hukum yang berlaku," ucapnya, Kamis (7/7/2022) di Tarempa.

Keteguhan pihaknya untuk melaporkan kasus tersebut, lantaran telah menyebabkan tekanan batin pada keluarga hingga akhirnya berujung kematian pada ayah dari korban perempuan.

"Rekaman itu mempertontonkan aib dari keluarga kami. Karena hal itu, ayah dari korban perempuan merasa malu dan depresi, sehingga nekat mengakhiri nyawanya dan ditemukan menggambang di laut," jelas Darwin.

Darwin mengatakan, laporan tersebut telah diterima oleh pihak kepolisian dan akan segera ditindaklanjuti.

"Untuk saat ini kami tinggal menunggulah bagaimana pengembangan dari pihak berwajib," sebutnya.

Kendati demikian, Darwin berharap peristiwa itu dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk bertindak hati-hati dalam menggunakan aplikasi sosial media dengan tidak merugikan pihak lainnya.

"Saya berharap ini bisa jadi pelajaran untuk kita. Bukan saya membela keluarga saya yang di dalam video, saya tegaskan bahwa memang perbuatan dalam video itu salah, tapi kita juga belajar untuk berhati-hati dalam setiap tindakan yang dilakukan. Karena memang semua ini pasti ada timbal baliknya di negara kita yang berlandasan hukum," kata Darwin.

(Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved