Breaking News:

Kenapa Mi Instan Indonesia Ditolak Masuk Taiwan, Benarkah Berbahaya?

Sejumlah produk mi instan asal Indonesia yang diangkut kapal ditolak masuk ke Taiwan karena memiliki tingkat kandungan residu pestisida di luar batas

Istimewa
Ilustrasi mi instan yang kerap menjadi makanan cepat saji yang banyak digemari masyarakat Indonesia 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menuliskan, makanan yang dijual harus mematuhi peratuan pestisida, khususnya dengan batas residu maksimum.

Untuk efeknya, baik pestisida sintetik maupun organik memiliki efek kesehatan yang berbahaya pada dosis lebih tinggi dibandingkan yang biasanya ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran.

Salah satu dampak paparan pestisida dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit alzheimer, dan beberapa penelitian juga menunjukkan penggunaan pestisida dapat dikaitkan dengan jenis kanker tertentu.

Menurut satu penelitian, peningkatan paparan organofosfat dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi secara signifikan untuk kanker terkait hormon seperti kanker payudara, tiroid dan ovarium.

Tinjauan lain dari studi manusia, hewan dan tabung reaksi memiliki temuan serupa, melaporkan paparan pestisida organofosfat seperti malathion, terbufos dan klorpirifos dikaitkan terhadap risiko lebih tinggi terkena kanker payudara dalam jangka panjang.

Sementara itu, beberapa penelitian menemukan penggunaan pestisida kemungkinan terkait dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker lain, termasuk kanker prostat, paru-paru dan hati.

Baca juga: Tips Makan Mi Instan Agar Tetap Sehat dan Nikmat

Baca juga: WASPADA! Ini Bahayanya Mi Instan bagi Perempuan bila Dimakan 2 Kali Seminggu

.

.

.

(TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved