Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Pengurus Pesantren Rudapaksa 5 Santriwati, Beri Uang Tutup Mulut Rp 500 Ribu

lima orang santri menjadi korban rudapaksa oleh kiai yang juga merupakan pengurus pondok pesantren tempat dirinya menimba ilmu. Mereka diberi uang Rp

Editor: Eko Setiawan
Kompas TV
Fauzan si oknum kiai cabul asal Banyuwangi ditangkap polisi karena setubuhi 5 santriwati dan satu Santri 

TRIBUNBATAM.id -Pengasuh Pondok pesantren akhirnya dibekuk polisi setelah terbukti melakukan pelecehan dan rudapaksa kepada seorang santrinya.

Mirisnya, sang oknum tersebut memberikan uang Rp 500 ribu usai melakukan hubungan tersebut.

Mirisnya, rudapaksa itu dilakukan oleh pelaku kepada lima orang santriwati di lingkungan pondok pesantren.

Oknum Kiai pengasuh Pondok Pesantren Ihya' Ulumiddin di Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi memberikan uang ke sejumlah santriwati sebesar Rp 500 ribu usai berhubungan intim dengan mereka.

Oknum  kiai cabul itu bernama Fauzan (57). Sejak 2021 lalu, ia telah berhubungan intim dengan 5 santriwati.

Hubungan terlarang itu ia lakukan di rumahnya yang masih satu kawasan dengan Pondok Pesantren Ihya' Ulumiddin.

Satu dari lima santriwati mengaku telah disetubuhi oleh Fauzan sebanyak tiga kali.

Tak hanya para santriwati, Fauzan juga mencabuli seorang Santri yang merupakan remaja laki-laki.

Para korban rata-rata berusia 16-17 tahun.

Baca juga: Polisi Jepang Cek Rumah Tetsuya Yamagami Penembak Shinzo Abe, Ditemukan Banyak Senjat

Baca juga: Kecelakaan Hari ini, Korban Tewas di Tempat Usai Kendaraannya Menabrak Pembatas Jalan

Usai dosanya terbongkar, Fauzan kabur ke Lampung. Selama pelariannya ia tinggal di rumah mantan santrinya.

Kasus ini terbongkar ketika seorang santriwati mengau ke orangtuanya jika ia telah dinodai oleh Fauzan.

Pada Jumat, 24 Juni 2022, orangtua korban pun membuat laporan ke Polresta Banyuwangi.

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Agus Sobarna Praja menuturkan, proses penangkapan Fauzan membutuhkan waktu yang panjang.

Ini karena Fauzan tidak kooperatif terkait kasus yang menjeratnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved