Breaking News:

BERITA RUSIA

Siapa Sebenarnya Alina Kabaeva, Mantan Atlet Senam Rusia Disebut Kekasih Vladimir Putin

Alina Kabaeva dikenal sebagai mantan atlet senam Rusia segudang prestasi yang kini terjun didunia politik. Ia juga dirumorkan sebagai kekasih Putin.

Editor: Anne Maria
Grigory SYSOYEV / SPUTNIK / AFP | NATALIA KOLESNIKOVA / AFP
Kiri: Presiden Rusia Vladimir Putin mengambil bagian dalam KTT Kaspia ke-6 di Ashgabat, Turkmenistan, pada 29 Juni 2022. Kanan: Pesenam Rusia Alina Kabaeva menghadiri upacara Penghargaan Olahraga Dunia Laureus 2008 di St. Petersburg Rusia pada 18 Februari 2008. Alina Kabaeva disebut-sebut sebagai sosok kekasih Presiden Rusia Vladimir Putin. 

TRIBUNBATAM.id, RUSIA- Siapa sebenarnya  Alina Kabaeva?

Wanita berusia 38 tahun itu disebut-sebut sebagai kekasih dari Presiden Rusia Vladimir Putin.

Alina Kabaeva dikenal sebagai mantan atlet senam Rusia yang memiliki banyak prestasi.

Tak cuma sukses di bidang olahraga, Alina Kabaeva juga mencemplungkan diri ke dunia politik.

Diketahui Alina Kabaeva adalah satu di antara pesenam ritmik yang paling dipandang dalam sejarah olahraga di Rusia.

Baca juga: Vladimir Putin Bantah Pasukan Rusia Jatuhkan Rudal di Mal Kremenchuk Ukraina

Baca juga: Presiden Jokowi akan Sampaikan Pesan Pada Vladimir Putin Hari Ini Dalam Misi Damaikan Rusia-Ukraina

Putin dan Kabaeva difoto selama pertemuan antara presiden Rusia dan tim Olimpiade di Kremlin pada 2004.
Putin dan Kabaeva difoto selama pertemuan antara presiden Rusia dan tim Olimpiade di Kremlin pada 2004. (east2west news / Via Page Six)

Ia juga seorang politisi, setelah sebelumnya menjabat sebagai wakil di majelis rendah Rusia.

Pada tahun 2014, Alina Kabaeva ditunjuk sebagai ketua grup media Rusia yang terkait dengan program pro-pemerintah.

Dia juga tampil di sampul majalah Vogue Rusia. Di atas semua itu, Alina Kabaeva paling dikenal sebagai "pacar rahasia" presiden Rusia Vladimir Putin.

Di tengah perang di Ukraina, AS dan sekutunya telah menjatuhkan sanksi pribadi kepada Putin, beberapa orang di lingkaran dalamnya, dan beberapa anggota keluarganya, termasuk dua putrinya yang sudah dewasa.

Namun, AS membuat keputusan di menit-menit terakhir untuk membebaskan Kabaeva dari sanksi itu.

Menurut The Wall Street Journal, beberapa pejabat mengatakan bahwa keputusan AS itu dibuat untuk menghindari meningkatnya ketegangan antara Rusia dan AS.

Barat beranggapan memberi sanksi kepada Kabaeva akan menjadi "pukulan yang sangat pribadi" bagi Putin.

Namun pada Pada 25 April, sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki menjawab pertanyaan tentang mengapa Kabaeva tidak ada dalam daftar sanksi.

"Tidak ada yang aman dari sanksi kami," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved