Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Respons Arist Merdeka Sirait soal Penahanan Julianto Eka Putra Terdakwa Kasus Asusila

Julianto Eka Putra ditahan setelah kasusnya disidangkan sebanyak 19 kali. Arist pun bersyukur terdakwa kasus kekerasan seksual itu akhirnya ditahan.

Editor: Anne Maria
Screenshot YouTube TRANS7 OFFICIAL
Julianto Eka Putra di Hitam Putih 7 Agustus 2017 

TRIBUNBATAM.id- Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait memberikan respons terkait penahanan Julianto Eka Putra (JE).

Ia pun menyampaikan pesan moral terkait kasus kekerasan seksual yang dilakukan terdakwa Julianto Eka Putra tersebut.

Diketahui  Julianto Eka Putra merupakan terdakwa kasus kekerasan seksual terhadap sejumlah siswa SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, Jawa Timur.

Arist Merdeka Sirait mengatakan, kasus Julianto Eka Putra itu seharusnya menjadi pemicu agar tidak ada lagi kejahatan seksual.

"Pesan moral Komnas Perlindungan anak, mari kita gunakan bahwa kasus kejahatan seksual yang dilakukan saudara Julianto hendaknya itu menjadi pemicu kita untuk tidak lagi terjadi kejahatan seksual di lingkungan sekolah baik itu berlatar agama, nonagama maupun di lingkungan rumah dan lingkungan sosial anak," ungkapnya, Senin, seperti dilansir YouTube Arist Merdeka Official.

Julianto Eka Putra terdakwa perkara dugaan kekerasan seksual dirangkul petugas saat masuk dalam lapas kelas 1 Malang
Julianto Eka Putra terdakwa perkara dugaan kekerasan seksual dirangkul petugas saat masuk dalam lapas kelas 1 Malang (tribunjatim.com)

Ia menegaskan, penahanan terhadap Julianto Eka Putra menjadi hadiah bagi anak Indonesia dalam peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2022 mendatang.

Arist pun bersyukur terdakwa kasus kekerasan seksual itu akhirnya ditahan.

Pendiri SPI tersebut kini ditahan di Lapas Kelas I Malang, Jawa Timur, Senin (11/7/2022).

Julianto Eka Putra dijerat Pasal 81 ayat 2 UU Perlindungan Anak Juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP dengan ancaman penjara 15 tahun.

Julianto Eka Putra ditahan setelah kasusnya disidangkan sebanyak 19 kali.

"Sekali lagi ini adalah hadiah untuk anak Indonesia dan berhentilah jika melakukan kejahatan terhadap anak karena konsekuensinya seperti apa yang dilakukan."

"Sekalipun perjuangan selama satu tahun ini melelahkan, tetapi akhirnya Tuhan mendengarkan doa semua orang, semua rakyat Indonesia yang tidak memberikan kesempatan peluang kepada predator-predator kejahatan terhadap anak," imbuhnya.

Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, Arist Merdeka Sirait turut mengawal kasus Julianto tersebut.

Pada sidang ke-18, Arist mendatangi Pengadilan Negeri Malang kelas 1 A untuk memantau jalannya persidangan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved