Breaking News:

BATAM TERKINI

Pelaku Penyelundupan PMI Ilegal di Lombok Dapat Upah Mulai Rp 1,5 Juta per Kepala

Saat ekspose di Polresta Barelang, terungkap empat pelaku penyelundupan PMI ilegal yang ditangkap di Lombok dapat upah mulai Rp 1,5 juta per kepala.

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Ronnye Lodo Laleng
Kapolresta Barelang KBP Nugroho Tri Nuryanto saat menginterogasi empat pelaku di balik insiden kapal PMI tenggelam di Batam, Juni lalu di Lobi Polresta Barelang, Kamis (14/7/2022). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Hanya demi mendapatkan uang secara cepat, empat pria asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) nekat melakoni pekerjaan untuk menyelundupkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Indonesia ke Malaysia.

Dalam melakukan aksinya, berbagai janji manis mereka utarakan kepada calon PMI.

Keempat pelaku tersebut pun tergolong pandai dan nekat.

Tidak tanggung-tanggung sebanyak 30 orang berhasil direkrut dan siap untuk diberangkatkan ke Malaysia secara ilegal dari Batam.

Mereka menggunakan speed boat untuk mengangkut para calon PMI tersebut.

Untuk memperlancar aksinya, para pelaku itu memiliki peran berbeda-beda.

Baca juga: Polisi Tangkap Empat Pelaku di Balik Insiden Kapal PMI Tenggelam di Batam, Juni Lalu

Aksi mereka terhenti ketika speed boat yang digunakan untuk mengangkut 30 calon PMI tenggelam di perairan Pulau Putri, Nongsa, Batam, Kamis (16/6/2022) lalu.

Dengan kejadian tersebut, polisi bekerja keras dan menangkap keempat pelaku tersebut di Lombok, NTB.

Kapolresta Barelang KBP Nugroho Tri Nuryanto mengatakan, selain memiliki peran masing-masing, pelaku juga memiliki besaran upah berbeda.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku Aman Sentosa berperan sebagai perekrut empat orang calon PMI, dan mendapatkan upah Rp 1,5 juta per orang.

Pelaku Hasan Maulana juga berperan sebagai perekrut lima orang calon PMI, dengan upah sebesar Rp 1,5 juta per orang.

Sementara pelaku Tohri bertugas berkomunikasi dengan pengurus yang ada di Batam, termasuk proses pemberangkatan dari NTB ke Batam dengan upah yang cukup besar yakni Rp 7,5 juta plus mendapatkan fee Rp 6,5 juta per orang.

Baca juga: Zohir Korban Selamat Kapal PMI Tenggelam di Batam Ungkap Alasan Nekat Jadi PMI Ilegal

Itu karena menampung calon PMI dari Aman dan Hasan di Lombok.

Sedangkan pelaku Ahmad Dani berperan sebagai orang yang mengurus penampungan di Batam, sekaligus bertugas berkomunikasi dengan pengurus yang ada di Malaysia.

Ahmad mendapatkan upah sebesar Rp 4,5 juta per kepala atau orang.

"Pelaku tersebut mengaku sudah beberapa tahun belakangan ini melakukan tindakan melawan hukum tersebut. Mereka tidak ingat waktu pasti memulai aksinya itu," ujar Nugroho.

Dikatakannya, saat ini empat pelaku tersebut masih ditahan di Polresta Barelang guna penyelidikan lebih lanjut.

"Kami terus melakukan pemeriksaan untuk mengungkap keterlibatan orang lain dalam kasus ini," kata Nugroho.. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved