KHAZANAH ISLAM
Menghapus Pahala, Inilah 5 Penyakit Hati dalam Islam dan Cara Mengatasinya
Hati adalah inti dari segala perilaku manusia yang jika hati seseorang baik maka perilakunya juga baik. Sebaliknya jika hatinya buruk perilaku buruk
TRIBUNBATAM.id - Ada banyak sekali perilaku yang bisa menggugurkan pahala.
Dalam Islam, perilaku penggugur pahala juga sudah dijelaskan dalam Al-Quran dan banyak hadits.
Kadang tak terlihat orang tapi diketahui Allah SWT, perilaku yang dibenci adalah penyakit hati.
Penyakit hati sering dikaitkan dengan sifat tercela yang disebut juga al-akhlaq al-mazmumah.
Hati adalah inti dari segala perilaku manusia, yang jika hati seseorang baik maka perilakunya juga baik.
Sebaliknya, jika hatinya buruk maka perilaku seseorang juga buruk.
Dilansir dari situs Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UM Surabaya, Thoat Stiawan menyebutkan hati yang buruk adalah hati yang berpenyakit.
Ia mengatakan setidaknya dala Islam ada lima penyakit hati yang harus dihindari manusia, yaitu:
Baca juga: Umat Islam Bacalah saat Keluar Rumah, Doa Nabi Muhammad tentang Mencari Rezeki yang Berkah
Baca juga: Umat Islam Jangan Sia-siakan Bulan Syawal, Lakukan Amalan Ini Selepas Lebaran
1. Sombong atau takabur
Perasaan sombong adalah kondisi di mana seseorang memiliki kebanggaan berlebih pada kemampuannya sendiri.
"Ia memandang dirinya tinggi dan enggan mengakui ada orang lebih baik," jelasnya dikutip dari situs UM Surabaya.
Allah SWT sangat membenci sifat sombong karena menjadi penyebab iblis menjadi kafir.
Umat Muslim diminta menjauhi sifat ini seperti tertuang dalam QS. Al-Isra ayat 37.
"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung." (QS. Al-Isra:37).
2. Mengagumi diri sendiri atau ujub
Dalam sifat sombong terdapat karakter ujub yang merujuk pada kecenderungan mengagumi diri sendiri.
Kebiasaan ini menjadi cikal bakal rasa sombong dalam hati manusia.
Rasulullah SAW pernah bersabda; "Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: (1) tamak lagi kikir, (2) mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan), dan ujub (takjub pada diri sendiri).” (HR. Abdur Razaq).
Baca juga: Sejarah Islam Dunia: Bukti Kejayaan Terekam di Eropa, Rusia Pernah Menyaksikannya
Baca juga: Inilah Amalan Dahsyat Dalam Islam yang Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya
3. Iri dengki atau hasad
Thoat menyampaikan, tanda utama penyakit hati adalah tidak senang melihat orang lain sukses, bahagia atau mendapat rezeki.
Jika sudah parah, seseorang bahkan berdoa agar kebahagiaan orang lain berpindah padanya.
Perlu diketahui bahwa iri dengki merupakan salah satu penyakit hati yang dapat menggugurkan pahala.
Hal ini seperti ucapan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Abu Dawud, "Waspadalah terhadap hasad, sesungguhnya hasad mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu." (HR. Abu Dawud).
4. Pamer atau riya
Sifat pamer biasa muncul saat telah melakukan hal-hal baik.
Anda perlu berhati-hati karena perilaku ini bisa menghilangkan pahala amal kebaikan.
Kebiasaan pamer ini termasuk salah satu kebiasaan yang tidak disukai Allah SWT.
Baca juga: Masuk Golongan Muslim Lalai, Jangan Tidur Setelah Sahur, Ini Keutamaan Waktu Subuh Menurut Islam
Baca juga: Pahala Dilipatkan 700 Kali dan Ridho Allah Langsung Turun, Amalan Ini Sangat Dianjurkan Dalam Islam
5. Kikir atau bakhil
Penyakit hati dalam Islam selanjutnya adalah kikir atau bakhil.
Dasar utama dari sifat ini perasaan apa yang dimiliki masih kurang.
Akibatnya, seseorang tidak mau berbagi rezeki kepada orang yang membutuhkan.
Pada kenyataannya, harta atau rezeki yang dimiliki sudah lebih dari cukup untuk hidup nyaman.
Dalam Al-Quran Surah Al-Imran Ayat 180, dijelaskan bahwa mereka yang kikir di hari kiamat kelak harus membawa hartanya dengan mengalungkannya.
Thoat menegaskan, ada lima cara untuk mengatasi atau mengobati penyakit-penyakit hati ini.
"Menurut Imam Ibnu Qoyim, ada cara mengatasi penyakit hati yaitu: pertama, membaca Al-Quran dan tadabbur (merenungkannya). Kedua, rajin mengosongkan perut (shaum). Ketiga, mendirikan salat malam (tahajud). Keempat, merendahkan diri di hadapan Allah (dengan doa dan zikir). Kelima, bermajelis (bergaul) dengan orang-orang saleh atau mengikuti kajian-kajian ke Islam," paparnya.
Baca juga: Sah atau Tidak Berwudhu dalam Keadaan Telanjang? Bagaimana Hukumnya di Islam?
Baca juga: Jejak Kota Suci Yerusalem yang Sama-sama Diklaim Umat Islam dan Yahudi
.
.
.
(TRIBUNBATAM.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/13062022_Berdoa-bersama-keluarga.jpg)