BATAM TERKINI
Masjid Agung Batam Masih Bisa Dipakai Salat hingga Pertengahan Agustus 2022
Kepala Dinas Cipta Karya Batam Suhar memprediksi pada Minggu kelima setelah peletakan batu pertama, Sabtu (16/7), Masjid Agung Batam akan dibongkar
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Suhar mengatakan, setelah peletakan batu pertama, kegiatan ibadah, seperti salat masih bisa dilakukan dalam kurun waktu 4 minggu atau hingga pertengahan Agustus 2022.
Sementara tahapan awal yang dikerjakan dalam revitalisasi Masjid Agung Batam Center adalah plasa masjid.
"Pembangunan masjid alternatif juga sudah dimulai. Untuk menyiapkan masjid pengganti ini butuh waktu seminggu pengiriman karena modular. Tiga minggu instal," ujar Suhar.
Diprediksi minggu kelima mulai dari Sabtu (16/7/2022), masjid alternatif bisa digunakan dan Masjid Agung Batam Center pun dibongkar.
"Pekerjaannya bersifat paralel. Tapi yang kita pegang dulu yang jelas plasanya," katanya.
Karena di plasa ada basement dua lantai. Pihaknya menargetkan akhir tahun plasanya sudah selesai, di samping masjid sudah bisa dibongkar.
Seperti diketahui, Masjid Agung Batam Center didesain tim dari PT Adhi Karya atas masukan dari Dinas Cipta Karya, tokoh agama dan ormas.
Ada tujuh kali pertemuan dalam pembahasan desain masjid ini.
Baca juga: Revitalisasi Masjid Agung Batam Ditandai Doa Bersama dan Peletakan Batu Pertama
"Pekerjaannya 18 bulan, sehingga Desember 2023 bangunan sudah selesai," katanya.
Adapun ruang lingkup pekerjaan fisik di tahun 2022 ini meliputi pembongkaran plasa masjid dan akan digali untuk selanjutnya dijadikan basemant dua lantai.
Lantai dasar nantinya akan dijadikan lokasi parkir kendaraan. Sementara basemant atas digunakan untuk toilet dan tempat wuduk.
“Jadi tahap awal yang berjenjang ini akan kita bongkar dan gali untuk dibuat basemant dua lantai,” kata Suhar.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyebutkan dari pagu anggaran Rp 209 miliar, PT Adhi Karya memenangkan proyek dengan nilai Rp 167 miliar.
"Ini akan menjadi masjid kedua di Pemko Batam, dan ketiga setelah Masjid Tanjak. Saya harus mengakui konstruksi Masjid Tanjak jauh lebih baik dari masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Ini harus menjadi perhatian ketika memulai konstruksi proyek," kata Rudi.
Rudi berharap, revitalisasi ini bisa berjalan dengan perencanaan yang matang. Apalagi masjid ini merupakan salah satu bangunan yang berada di pusat kota, dan menjadi tempat ibadah di area perkantoran Batam.
"Saya ingin kontruksi berjalan baik. Terutama terkait saluran air tolong diperhatikan. Saya tidak ingin bangunan masjid ini baru selesai dibangun tapi sudah ada yang bocor, keramik pecah, dan saluran airnya tidak lancar," kata Rudi seusai mendengar paparan dari PT Adhi Karya.
(TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1607revitalisasi-masjid-agung-batam.jpg)