Breaking News:

Sejumlah Negara Mulai Buka Penerimaan TKI, Puluhan Ribu Calon PMI Mengantre

Sejumlah negara mulai membuka penerimaan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Dan saat ini, ada puluhan ribu orang mengantre ingin ikut mendaftar.

Tribun News
Kepala Staff Kepresidenan, Moeldoko mengatakan, pemerintah akan mencarikan solusi terkait persoalan penempatan calon pekerja migran Indonesia (CPMI). 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Saat ini, sejumlah negara penempatan mulai membuka kembali penerimaan tenaga kerja Indonesia atau Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Beberapa negara yang mulai membuka penerimaan TKI tersebut antara lain, Korea, Jepang dan Taiwan.

"Negara-negara penempatan sudah mulai membuka kembali penerimaan tenaga kerja Indonesia, seperti Korea, Jepang, dan Taiwan," ujar Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko dilansir dari siaran pers KSP, Senin (18/7/2022).

Hanya saja, meskipun sudah ada penerimaan calon TKI, tapi ada sejumlah hal yang menjadi kendala pengiriman PMI yang saat ini sudah ada puluhan ribu orang mengantre.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebut, pemerintah akan mencarikan solusi terkait persoalan penempatan calon pekerja migran Indonesia (CPMI).

Ia mengungkapkan bahwa meski situasi pandemi melandai, pemberangkatan CPMI ke sejumlah negara masih belum maksimal karena beberapa kendala.

“Persoalan keberangkatan calon pekerja migran ini harus segera dicarikan solusinya. Karena penempatan pekerja ke luar negeri adalah salah satu cara menampung angkatan kerja baru setiap tahunnya,” lanjutnya.

Moeldoko mengungkapkan, sebelumnya dia telah bertemu dengan pengurus Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) pada 5 Juli lalu.

Dalam audensi tersebut, APJATI mengungkapkan, ada puluhan ribu CPMI belum bisa diberangkatkan ke negara tujuan.

Baca juga: TEREKAM CCTv, Seorang Bocah Patah Tulang Terhimpit Mobil Saat Main Bareng Adik

Status administrasi mereka masih mengantre di Sistem Komputerisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Sisko P2MI).

"Satu dari sekian masalah yang dihadapi oleh perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia adalah soal belum optimalnya aturan pembebanan biaya dan belum terbitnya aturan komponen biaya per negara oleh lembaga terkait," tuturnya.

Padahal, aturan pembebanan biaya dan aturan komponen biaya menjadi acuan proses penempatan dan acuan pembiayaan yang diperlukan semua pihak.

Komponen biaya itu, meliputi biaya persyaratan menjadi CPMI, seperti surat keterangan sehat, sertifikat bukti kompetensi dan kepersertaan BPJS kesehatan.

Kemudian biaya proses, yakni pelatihan kerja, transportasi dan akomodasi menuju tempat seleksi, serta biaya penempatan yang mencakup pembuatan paspor, medical check up, psikotes, tiket, dan visa.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved