Breaking News:

LINGGA TERKINI

Penyelam BPCB Sumbar Teliti Lokasi Dugaan Cagar Budaya di Laut Lingga

Tim BPCB Sumbar meneliti temuan pesawat tempur di bawah air Lingga dan menerjunkan penyelam. Hasilnya akan dijadikan acuan keputusan selanjutnya.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Tri Indaryani
DISBUD LINGGA
BPCB Sumbar mengirimkan penyelam untuk mengetahui penemuan dugaan cagar budaya berupa pesawat tempir di laut Benan, Kecamatan Katang Bidara, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat Wilayah Kerja Provinsi Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau (Kepri) meneliti temuan pesawat tempur di bawah air.

Hal itu mereka lakukan melalui survei beberapa bulan lalu bersama Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Lingga di laut Pulau Benan, Kecamatan Katang Bidara.

Temuan ini berdasarkan laporan masyarakat setempat, sehingga dilakukan penyelaman belasan meter ke bawah laut oleh tim BPCB Sumbar.

Pamong Budaya Ahli Muda BPCB Sumbar, Yusfa Hendra Bahar menyebutkan temuan pesawat diperkirakan dari zaman perang dunia ke II.

Hasil Survey Dugaan Cagar Budaya Bawah Air di Kabupaten Lingga ini telah dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Lingga ke Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Lingga, Siswandi dan Kepala Disbud Lingga, Azmi.

"Jadi ada dua titik, satu di Pulau Lalang tak ada hasil, yang temuan ini di laut Benan," kata Kepala Bidang (Kabid) Pelestarian Cagar Budaya, Sejarah, dan Permuseuman Dinas Kebudayaan (Disbud) Lingga, Abdul Manaf kepada TRIBUNBATAM.id, Rabu (20/6/2022).

Baca juga: REAKSI Warga saat Tahu MV Puteri Anggraeni 05 Hentikan Pelayaran ke Anambas

Dijelaskan lagi oleh Pemerhati Sejarah dan Budaya Lingga, Lazuardy menjelaskan bahwa penemuan itu berupa bangkai pesawat capung.

"Kedalaman bangkai pesawat ini lebih kurang 17 sampai 18 meter," jelasnya.

Saat ini melalui laporan tersebut, Lazuardy menjelaskan hal ini masih dipertimbangkan terkait pengangkatan pesawat atau hanya menjadi objek wisata bawah air.

Hal itu menurutnya dipertimbangkan dari berbagai aspek, baik itu dari segi keselamatan penyelaman maupun anggaran.

"Jika keselamatannya terjaga maka dia akan menjadi objek wisata bawah air," ujarnya.

Dari foto dokumentasi yang TRIBUNBATAM.id terima, pesawat ini terlihat berwarna merah, tampak baling-baling depan yang rusak, serta dipenuhi karang laut. (TRIBUNBATAM.id/Febriyuanda)

 

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved