Breaking News:

Ditangkap di Aceh, Peran 11 Tersangka Teroris Kelompok Jamaah Islamiah Terungkap

Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap 11 tersangka teroris jaringan Jamaah Islamiah (JI) di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Jumat (22/7/2022).

Editor: Anne Maria
Flickr
Ilustrasi terorisme : Polri Ungkap Peran 11 Tersangka Teroris Kelompok Jamaah Islamiah hingga Akhirnya Ditangkap di Aceh 

TRIBUNBATAM.id- Peran 11 tersangka teroris kelompok Jamaah Islamiah yang tertangkap di Aceh akhirnya terungkap.

Adapun kesebelas tersangka teroris JI tersebut adalah ES, RU, DN, JU, SY, MF, RS, FE, SU, AKH, dan MH. Mereka memiliki peran berbeda-beda dalam dugaan tindak pidana terorisme.

Mereka ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada Jumat (22/7/2022) kemarin.

Lalu, apa saja peran mereka?

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyampaikan bahwa tersangka pertama adalah ES yang juga kelompok JI bidang ADIRA atau Akademi Pendidikan dan Pengkaderan.

Baca juga: Penyebab Bripka Janwar Brimob Polda Kepri yang Gugur Dalam Tugas Mengejar Teroris di Poso

Baca juga: Kisah Napi Teroris Sembunyi di Bak Kamar Mandi Saat Kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang

Ia menuturkan bahwa ES telah mengikuti pelatihan menembak sebagai persiapan pelaksanaan pengembangan kemampuan anggota JI dalam berperang.

"Tersangka juga pernah menjadikan rumahnya sebagai fasilitas kelompok JI dalam pelatihan weapon training pada tahun 2018 dan juga memilika 1 pucuk senjata PCP," kata Ramadhan saat dikonfirmasi, Sabtu (23/7/2022).

Selanjutnya, tersangka DN merupakan bagian kelompok JI pada bidang Dakwah yang berperan memberikan motivasi kepada anggota kelompok JI dalam menjalankan visi misi kelompok JI.

Lalu, tersangka JU yang merupakan bagian kelompok JI pada bidang FKPP.

Dia pernah mengikuti kegiatan turun langsung dalam acara sosialisasi visi misi JI berdasarkan Strataji yang dibentuk oleh amir JI Parawijayanto.

Dijelaskan Ramadhan, tersangka selanjutnya adalah RU yang merupakan bagian kelompok JI bidang ADIRA.

Dia juga telah mengikuti pelatihan menembak sebagai persiapan pelaksanaan pengembangan kemampuan anggota JI dalam berperang.

Selain itu, tersangka RU juga merupakan bagian dari Yayasan Madina yang merupakan salah satu yayasan amal yang sengaja dibentuk JI sebagai sumber pendanaan JI.

"Kemudian SY, tersangka merupakan bagian kelompok JI pada bidang ADIRA telah mengikuti pelatihan fisik sebagai persiapan pelaksanaan pengembangan kemampuan anggota JI dalam berperang," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved