Breaking News:

PERSPEKTIF

Manajemen Pertunjukan Tari

Istilah manajemen sudah tidak asing di ranah seni pertunjukan. Berikut aktifitas manajemen yang diperlukan dalam pertunjukan tari

Ist
Dokumentasi Karya Tari Raja Hamida oleh Restu Gustian Asra, Auditorium Universitas Universal Batam (Juli, 2022) 

Istilah manajemen sudah tidak asing di ranah seni pertunjukan karena dibutuhkannya sistem pengelolaan yang tidak hanya pada proses penciptaan karya tetapi juga dalam mengelola sebuah pertunjukan tari. 

Dalam manajemen terdapat proses aktifitas seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, dan pengawasan yang dilaksanakan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang ditetapkan dengan bantuan manusia dan sumber daya lain (George R. Terry, Prinsip-prinsip Manajemen, Bumi Aksara, Jakarta, 1982). Sebuah pertunjukan tari perlu adanya aktifitas tersebut demi tercapainya tujuan yang maksimal, seperti pengelolaan produksi karya, administrasi yang berhubungan dengan tempat penyelenggaraan, kebutuhan artistik, dan penonton. Meskipun pada aktifitas dilapangan, seniman ataupun pelaku seni secara tidak sadar telah melalui aktifitas pada prinsip manajemen tersebut hanya tidak banyak yang menyadari dan memahami secara teoritis mengenai prinsip ataupun sistem manajemen dalam sebuah pertunjukan tari. Berikut aktifitas manajemen yang diperlukan dalam pertunjukan tari:

Aktifitas Perencanaan dalam pertunjukan tari:

  1. Menentukan tema dan jadwal pementasan
  2. Mempersiapkan kebutuhan administrasi: surat menyurat, proposal kegiatan, dan anggaran
    manajerial panggung
  3. Pembentukan tim produksi dan artistik
  4. Persiapan karya yang akan dipentaskan
  5. Publikasi pertunjukan

Aktifitas Pengorganisasian dalam pertunjukan tari:

  1. Tim Produksi memiliki tugas dan tanggungjawab dalam mempersiapkan segala kebutuhan administrasi pertunjukan tari. 
    • Pimpinan Produksi
      Pimpinan yang bertanggungjawab langsung dalam operasional produksi dan bertanggungjawab atas pelaksanaan produksi serta tonggak keberhasilan produksi pertunjukan.
    • Kesekretariatan
      Bagian yang menyangkut administrasi yaitu dalam penyusunan dan pencatatan kebutuhan produksi pertunjukan seperti surat menyurat, proposal, dan lainnya.
    • Keuangan
      Bertanggungjawab dalam mengelola keluar masuknya uang dari segala kebutuhan yang diperlukan produksi ataupun artistik pertunjukan.
    • Tim Kerumahtanggaan
      Bagian yang mengatur segala hal yang berhubungan dengan pelayanan publik dan tim produksi serta artistik, seperti konsumsi, layanan kesehatan, tiket, dan liaison officer atau narahubung antara penampil dan penyelenggara.
    • Tim Publikasi
      Bertanggungjawab dalam mendatangkan penonton dengan cara membuat poster, iklan, selebaran atau pemberitaan informasi media lainnya.
    • Tim Dokumentasi
      Bertanggungjawab dalam mendokumentasikan proses pementasan dalam bentuk foto, video, dan rekaman audio agar bisa menjadi arsip serta evaluasi selanjutnya.
  2. Tim Artistik memiliki tugas dan tanggungjawab dalam proses persiapan dan kebutuhan pemanggungan untuk karya tari.
    • Pimpinan Artistik
      Bertanggungjawab dalam seluruh rangkaian karya yang akan dipertunjukkan, misalnya karya tari yang dipentaskan hanya satu maka pimpinan artistik boleh dipegang pada koreografernya atau ketika ada lebih dari satu karya maka pimpinan artistik dapat dipercaya oleh orang yang memiliki pengalaman di bidang pemanggungan.
    • Manajemen Panggung dan Kru
      Bertanggungjawab dalam mempersiapkan segala kebutuhan pementasan diatas panggung mulai dari artistik, lighting, sound, hingga pembentukan rundown pertunjukan. SM/stage manager bersama kru melakukan aktifitas yang langsung terjun lapangan untuk memastikan kelancaran pertunjukan di atas panggung.
    • Penata Cahaya dan Kru
      Bertanggungjawab atas kesuksesan artistik pementasan karya pada teknis pencahayaan, hidup padam lampu manual di panggung, dan mengatasi permasalahan jika terjadi pemadaman dari pihak PLN. Penata cahaya dibantu oleh kru yang berada di panggung atau dekat dengan penata cahaya jika dibutuhkan penggunaan lampu secara manual.
    • Penata Suara
      Bertanggungjawab dalam mengatur suara atau bunyi dari musik karya selama pertunjukan berlangsung, Kualitas suara atau bunyi yang baik adalah suara tersebut terdengar jelas, wajar, indah dan menarik serta memenuhi standar level minimal, terhindar dari noise, distorsi dan balance (tercapainya keseimbangan suara). Penata suara atau bunyi bisa dibantu oleh kru atau asisten, tetapi tanggungjawab sepenuhnya berada pada penata suara atau bunyi.
    • Penata Rias dan Busana
      Bertanggungjawab mendesain atau merancang tata rias dan busana sampai dengan menerapkan tata rias dan busana tersebut pada penari sesuai dengan hasil kesepakatan dengan koreografer atau konseptor pertunjukan. Penata rias dibantu oleh kru atau asisten, tetapi tanggungjawab sepenuhnya berada pada penata rias.

Aktifitas Penggerakan dalam pertunjukan tari:
Bentuk sikap yang diperlukan dalam menggerakkan atau mengarahkan seluruh anggota agar melakukan pekerjaan dengan maksimal untuk mencapai tujuan yang sudah direncanakan seperti: Gaya kepemimpinan dimana setiap pemimpin tim mampu mempengaruhi anggota divisinya untuk bekerja lebih baik, mengembangkan sikap positif dan moralitas yang tinggi dimana mampu menemukan solusi jika setiap anggota mengalami kesulitan serta tidak acuh terhadap pekerjaan. Bentuk komunikasi juga penting, bagaimana saling merespon atau menanggapi sebuah pembicaraan baik itu dalam ruang diskusi maupun pementasan.

Aktifitas Pengawasan dalam pertunjukan tari:
Tindakan dalam mengecek atau mengatur jalannya pekerjaan dengan lancar, memperbaiki ataupun memiliki solusi dalam memperbaiki kesalahan dari kerja anggota agar tidak terulang kembali. Bentuk pengawasan dalam pertunjukan tari dapat dilihat dalam persiapan rancangan program yang telah ditetapkan, mengecek segala kebutuhan produksi dan artistik, penggunaan anggaran, rencana kerja, kinerja anggota dan seluruh aktifitas yang sedang dikerjakan melihat pada kesesuaian perencanaan sehingga tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai.

Adapun proses yang perlu diketahui dalam pelaksanaan pengelolaan pertunjukan tari:

  1. Pra Pertunjukan
    Kegiatan atau aktiftas yang berhubungan dengan perencanaan dan pengawasan, seperti penentuan tema pertunjukan, penjadwalan aktifitas produksi hingga hari pementasan (schedule), penentuan tim kreatif, persiapan karya tari yang akan dipentaskan, kebutuhan pertunjukan mulai dari administrasi; surat menyurat perihal gedung, pendanaan, rundown, publikasi, dan penonton.
  2. Pertunjukan
    Kegiatan atau aktifitas yang berhubungan dengan penggerakkan, dimana seluruh tim kreatif mengerjakan atau menjalankan tugas tanggungjawab yang telah diberikan selama pertunjukan berlangsung. Ketika pertunjukan berlangsung, peran tim artistik menjadi kunci dari jalannya pertunjukan dikarenakan aktifitas yang tampak di hari pertunjukan adalah kesiapan proses yang terjadi di atas panggung sedangkan kebutuhan dari seluruh kegiatan telah disiapkan oleh tim produksi sebelumnya.
  3. Pasca Pertunjukan
    Kegiatan atau aktifitas yang berhubungan dengan pengawasan dan penggerakkan serta adanya evaluasi dari kegiatan pertunjukan yang sudah di laksanakan. Bentuk kegiatan ini dimulai dari pengembalian alat yang digunakan dalam kebutuhan produksi ataupun pertunjukan, pelunasan anggaran untuk biaya administrasi maupun artistik, evaluasi kinerja setiap divisi, membuat laporan pertanggungjawaban, penutupan dalam bentuk diskusi sekaligus makan bersama dari hasil kerja kreatif tercapainya tujuan dari pertunjukan yang telah diselenggarakan. (Penulis: Mega Lestari Silalahi)
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved