Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Kejari Bintan Lawan Vonis PN Tanjungpinang Kasus Korupsi Dana Insentif Nakes

Kejari Bintan sudah mengambil langkah hukum terkait vonis PN tindak pidana korupsi Tanjungpinang yang menjerat dr Zailendra Permana.

TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Kasipidsus Kejari Bintan, Fajrian Yustiardi mengungkap kekecewaannya atas vonis PN Tanjungpinang terkait perkara korupsi insentif tenaga kesehatan (nakes) covid-19 yang menjerat eks Kepala Puskesmas Sei Lekop, dr Zailendra Permana. 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bintan menempuh banding terkait vonis perkara korupsi dana insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) untuk penanganan covid-19.

Langkah hukum yang diambil Kejari Bintan itu setelah Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Tanjungpinang menetapkan hukuman satu tahun penjara untuk eks Kepala Puskesmas Sei Lekop, Zailendra Permana pada 12 Juli 2022 yang bertanggung jawab terkait kasus korupsi di Bintan itu.

Kasipidsus Kejari Bintan, Fajrian Yustiardi mengungkap jika putusan PN Tipikor Tanjungpinang terkait perkara korupsi insentif nakes untuk penanganan covid-19 itu.

"Putusannya terlalu rendah, kami dari Kejari Bintan mengajukan banding," ungkapnya, Senin (25/7/2022).

Kejari Bintan bahkan sudah memasukkan surat pengajuan banding ke Pengadilan Tinggi Riau pada 18 Juli 2022 lalu.

Baca juga: Mantan Kapus Sei Lekop Bintan Dituntut 3 Tahun Penjara Kasus Korupsi Insentif Nakes

Fajrian memaparkan bahwa Zailendra terbukti melakukan korupsi dana insentif tenaga kesehatan (nakes) Covid-19 tahun anggaran 2020-2021.

Majelis hakim memutuskan terdakwa Zailendra dipidana penjara 1 tahun dan pidana tambahan uang pengganti sekira Rp 65,5 juta subsider 4 bulan.

"Saat ini kami masih menunggu hasil bandingnya dari Pengadilan Tinggi Riau," jelasnya.

Kajari Bintan, I Wayan Riana juga merasa kecewa terhadap putusan ringan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang kepada terdakwa korupsi dana insentif covid-19 tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Bintan, Zailendra Permana.

Pasalnya, mantan Kepala Puskesmas Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur tersebut divonis satu tahun penjara dari tuntutan tiga tahun penjara.

"Ada rasa kecewa, karena yang diselewengkan dana covid-19. Tuntutan 3 tahun itu sudah ringan," ungkapnya.

Baca juga: Korupsi Insentif Nakes, BKPSDM Bintan Proses Pemecatan dr Zailendra Permana

I Wayan menambahkan, pihaknya akan melihat salinan putusan dari Pengadilan Tanjungpinang untuk dipelajari.

"Kami pelajari dahulu, karena kalau divonis setengah dari tuntutan wajib banding," tutupnya.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved