DEMO BURUH DI BATAM

Buruh Batam Demo Soal Pesangon, DPRD Janjikan Gelar Rapat Dengar Pendapat

DPRD Batam menjanjikan akan menggelar Rapat Dengar Pendapat untuk membahas permasalahan sejumlah Karyawan PT Batam Bersatu Apparel yang menggelar demo

TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi
Wakil Ketua III DPRD Kota Batam, Ahmad Surya menemui sejumlah karyawan PT Batam Bersatu Apparel (BBA) yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Batam.  

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Wakil Ketua III DPRD Kota Batam, Ahmad Surya menemui sejumlah Karyawan PT Batam Bersatu Apparel (BBA) yang menggelar aksi unjuk rasa di Depan Kantor DPRD Kota Batam.

Beberapa perwakilan pekerja difasilitasi untuk audensi.

Audiensi ini dilakukan di Gedung Serbaguna DPRD Kota Batam sekira pukul 11.30 WIB. 

Sebagai tindaklanjut audiensi, Komisi IV DPRD Kota Batam akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam waktu dekat agar permasalahan yang dialami mantan karyawan ini dapat terselesaikan.

Pihaknya juga akan memanggil seluruh dinas dan perusahaan yang terlibat. 

"Nanti kita akan panggil serikat pekerja, Disnaker dan lainnya agar ditemukan solusinya," katanya. 

Diakuinya, permasalahan yang dihadapi oleh para mantan karyawan BBA ini karena tidak mendapatkan upah sesuai ketentuan omnimbuslaw dan tidak transparannya pihak perusahaan melakukan audit.

Baca juga: BREAKING NEWS, Ngaku Pesangon tak Sesuai Aturan, Sejumlah Buruh Demo ke DPRD Batam

Apabila jika perusahaan mengalami kerugian maka upah yang diberikan hanya 0.5 atau setengah. 

"Ya semoga bisa di cari jalan keluarnya," katanya. Rekan-rekan yang demo ini kan tidak puas dengan hasil audit perusahaan itu aja," katanya.

Ia berharap ada jalan keluar yang dialami oleh mantan karyawan itu. 

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengaku audiensi antara pekerja, perwakilan PT akan dilakukan pada Kamis (28/7/2022) mendatang. Sejauh ini, pembahasan mereka baru bersifat bipartid.

"PT BBA itu sudah tidak ada orderan lagi. Nah pekerjanya tidak setuju dibayar 0,5 saja, mintanya 1. Kamis nanti baru audiensi ke kita," kata Rudi.

Untuk diketahui, PT Batam Bersatu Apparel, yang bergerak dibidang tekstil telah menutup secara resmi  tutup per tanggal 20 Juli 2022 kemarin. Perusahaan ini goyang dan tidak ada produksi selama empat tahun lebih sehingga memutuskan untuk tutup.  (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

 

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved