Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Enam Anak Lelaki Bintan Korban Asusila Seorang Pria Alami Gangguan Mental

Dinas Sosial Kabupaten Bintan mengungkap kondisi enam anak laki-laki korban asusila di Bintan oleh seorang pria yang kini telah ditangkap polisi.

TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Kasi Anak, Lansia dan Disabilitas Dinsos Bintan, Roro Novi bakal mendampingi enam anak laki-laki di bawah umur yang menjadi korban asusila oleh seorang pria yang kini telah ditangkap polisi. 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Enam anak laki-laki yang masih di bawah umur korban kasus asusila terhadap seorang pria berinisial Uw (48) mengalami gangguan kesehatan fisik, mental dan psikologis.

Dinas Sosial (Dinsos) bersama DP3KB Bintan berkomitmen akan mendampingi proses pemulihan fisik, mental, dan psikologi enam anak di bawah umur kasus asusila yang tersangkanya sudah ditangkap Polres Bintan.

Kasi Anak, Lansia dan Disabilitas Dinsos Bintan, Roro Novi mengatakan, kasus asusila terhadap enam orang anak laki-laki di bawah umur ini merupakan kasus terbesar yang ditangani Dinsos Bintan di tahun 2022.

"Kami akan mendampingi kepada anak itu dengan melibatkan psikolog untuk melakukan trauma healing terhadap para korban," terangnya, Rabu (27/7/2022).

Mereka belum bisa memastikan berapa lama pendampingan terhadap enam anak laki-laki yang masih di bawah umur itu.

Baca juga: 6 Anak Laki-Laki Bintan Korban Asusila Seorang Pria, Beraksi Sejak Mei 2022

Saat disinggung kondisi korban saat ini, Roro Novi mengaku, bahwa kondisi para korban sebenarnya tidak mengerti dengan kejadian yang dialaminya.

Sehingga Dinsos dan DP3KB Bintan bersama psikolog akan berusaha memulihkan kesehatan mental, fisik, dan psikologis anak agar para korban bisa tumbuh dewasa tanpa rasa trauma.

"Jadi sebenarnya keenam korban tidak mengerti kalau mereka sudah menjadi korban kejahatan seksual. Makanya trauma healing dilakukan agar mereka tersadar dan tidak perlu diulangi lagi menjadi sebuah penyimpangan seksual," jelasnya.

Roro Novi juga mengimbau kepada para orang tua dan masyarakat untuk sama-sama turut serta mengawasi prilaku dan pergaulan anak-anak dilingkungan keluarga dan di luar rumah.

"Supaya kasus yang sama tidak terjadi lagi terhadap anak-anak. Maka dari itu perlu peran aktif orang tua dan masyarakat untuk mengawasinya," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved