Breaking News:

ANAMBAS TERKINI

Harga Cabai di Anambas Hingga Aneka Bumbu Dapur Masih Saja Mahal

Tidak hanya harga cabai di Anambas yang masih terpantau naik. Harga sejumlah bumbu dapur lainnya juga naik di Pasar Inpres Tarempa.

TribunBatam.id/Novenri Halomoan Simanjuntak
Potret Pasar Inpres Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (27/7/2022). Harga cabai masih terpantau mahal termasuk aneka bumbu dapur lainnya. 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Harga cabai di Pasar Inpres Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas masih mahal saja.

Tidak hanya harga cabai di Anambas yang masih mahal, harga sejumlah bumbu dapur di Pasar Inpers Tarempa terpantau masih naik.

Harga cabai merah di Pasar Inpres Tarempa Anambas bahkan menembus Rp 120 ribu per kilogram.

Sebelumnya harga cabai merah dijual pedagang dengan Rp 85 ribu per kilogramnya.

Tidak hanya harga cabai, rempah-rempah lainnya seperti jenis bawang merah maupun bawang putih juga ikut merangkak tinggi.

Baca juga: Bank Indonesia Dukung Perluasan Lahan Kebun Cabai di Batam hingga 11,5 Hektare

Nurbaya, satu dari sekian pedagang Pasar Inpers Tarempa mengatakan, kenaikan harga bahan baku masakan itu telah berlansung sejak awal bulan Juli.

Harga bawang merah jenis birma juga ikut naik.

Dari yang semula Rp 20 ribu kini bertengger diangka Rp 25 ribu per kilogram

Selanjutnya bawang merah india naik menjadi Rp 28 ribu dari harga semula Rp 25 ribu per kilogram.

"Untuk bawang jawa juga sama, sekarang harganya sudah Rp 50 ribu dari sebelumnya Rp 40 ribu," ujarnya merinci.

Nurbaya sendiri mengaku hanya mengikuti ketetapan harga yang diberikan oleh pihak grosir.

Ia tak mengetahui penyebab kenaikan harga tersebut.

Baca juga: Harga Cabai Merah di Karimun Tembus Rp 140 Ribu Per Kilogram Jelang Idul Adha

"Kurang tahu lah penyebabnya apa, dengar-dengar gagal panen. Kami hanya ikut ketetapan harga dari sana. Kalau naik ya pasti di sini juga ikut naik," terangnya.

Selain itu, tarif transportasi laut untuk memuat barang-barang dagangannya dari Kota Tanjungpinang dan Kota Batam juga menjadi tolak ukur untuk menentukan harga barang.

"Ya ongkos kapal juga kita bayar Rp 8 ribu per kilonya, itu pun harus kita sesuaikan dengan harga jual biar ada untung," jelasnya.

Sementara itu, untuk hargai cabai rawit terpantau turun menjadi Rp 85 ribu dari harga jual sebelumnya Rp 110 ribu.

"Harga rawit yang sekarang turun, ini baru dua hari lah," ucap Nurbaya.(TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved