Breaking News:

Reaksi Kemkominfo Soal Kabar Isi WhatsApp Bisa Diintip Setelah Daftar PSE

Kementerian Kominfo bereaksi setelah muncul kabar lembaga negara ini bisa mengintip isi percakapan WhatsApp setelah mendaftar PSE privat.

TribunBatam.id via TECHNO
Foto ilustrasi penggunaan aplikasi WhatsApp. Kementerian Kominfo bereaksi setelah muncul kabar lembaga negara di Indonesia itu bisa mengintip isi percakapan penggunanya setelah pengelola aplikasi itu medaftar PSE privat ke Kemkominfo RI. 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bereaksi tegas (Kemkominfo RI) terkait WhatsApp yang telah mendaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Privat.

Reaksi Kemkominfo Indonesia itu setelah muncul kabar jika isi percakapan WhatsApp bisa diterobos masuk oleh lembaga negara itu setelah penyedia aplikasi mendaftar sebagai PSE.

Aplikasi WhatsApp akhirnya mendaftar PSE Kominfo.

Berdasarkan pantauan pada laman pse.kominfo.go.id, Rabu (20/7/2022), platform WhatsApp sudah masuk daftar PSE Kominfo, menyusul Instagram dan Facebook sebelumnya.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan menegaskan, pihaknya tidak dapat melihat isi pesan pengguna aplikasi WhatsApp.

Menurutnya, aplikasi WhatsApp memiliki end-to-end encryption sehingga pengguna saja yang bisa melihat isi pesan di aplikasi tersebut.

Baca juga: WhatsApp Akhirnya Daftar PSE Kominfo, Susul Facebook dan Instagram

“Bagaimana caranya kita melihat, apabila mereka punya end-to-end encryption dan WhatsApp saja tidak bisa melihat pesan penggunanya apabila kita,” kata Semuel, Sabtu (30/7/2022).

Selain itu, Semuel juga menjelaskan, apabila pihaknya melihat pesan pengguna WhatsApp tanpa izin ini tentu menjadi tindakan yang ilegal.

“Hanya pihak berwenang yang bisa mengajukan permintaan akses tersebut. Sedangkan Kominfo ini bukan lembaga yang berwenang dalam hal tersebut,” ucap Semuel.

Semuel juga menegaskan, aturan pendaftaran PSE bukan bertujuan mengekang kebebasan berekspresi, melainkan untuk menindak pelanggaran.

“Aturan ini diterapkan juga di negara lain, cuma berbeda caranya,” ujar Semuel.

Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat merupakan amanah pemerintah RI dalam UU Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik.

Serta Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.

Baca juga: Oknum Polisi Talak Cerai Istrinya Lewat Pesat WhatsApp, Padahal Sedang Hamil 8 Bulan

Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat sendiri merupakan individu orang, badan, atau kelompok masyarakat yang menyediakan layanan sistem elektronik, seperti misalnya Google, Facebook, WhatsApp, Zoom, dll.

Mengutip data dari laporan Statista Indonesia, jumlah pengguna WhatsApp dalam negeri per Juni 2021 tembus mencapai 84,8 juta pengguna.

Jumlah ini membuat Indonesia mencatatkan diri sebagai negara pengguna Whatsapp terbesar ketiga di dunia setelah India dan Brasil.(TribunBatam.id) (Tribunnews.com/Hari Darmawan)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved