Breaking News:

DISKOMINFO KEPRI

Gubernur Kepulauan Riau Sebut Gedung LAM Bakal Jadi Ikon Pariwisata Kepri

Gubernur Kepulauan Riau bersama Ketua LAM Kepri meletakkan batu pertama gedung Lembaga Adat Melayu yang kedepan menjadi ikon baru pariwisata.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Endra Kaputra
Gubernur Kepulauan Riau saat meletakkan batu pertama pembangunan gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) di kawasan Taman Gurindam 12, Tanjungpinang telah dimulai, Senin (01/07/2022). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) di kawasan Taman Gurindam 12, Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah dimulai, Senin (1/7/2022).

Ketua LAM Kepri, Abdul Razak pada kesempatan itu menjadi yang pertama melakukannya.

Ia terlebih dahulu melakukan tepuk tepung tawar sebelum meletakan batako kedalam lubang yang menjadi pondasi awal pembangunan Gedung LAM di Provinsi Kepri itu.

Setelah itu giliran Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan dilanjut mantan Ketua DPRD Kepri, Nur Syafriadi dan Kajati Kepri, Gerry Yasid.

Sebelum melakukan prosesi tersebut, Ketua LAM Kepri, Abdul Razak menyampaikan, ini adalah pembangunan gedung LAM Kepri yang pertama dilakukan.

Baca juga: Gubernur Kepri Undang Ali Mochtar Ngabalin Isi Ceramah 1 Muharam 1444 H

Peletakan batu pertama pembangunan Gedung LAM di Tanjungpinang Kepri
Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Lembaga Adat Melayu di di kawasan Taman Gurindam 12, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (1/7/2022). Pembangunan Gedung LAM ini diketahui memakan biaya hingga Rp 9 miliar lebih untuk tahap awal.

"Pada masa Gubernur Kepri sebelumnya kami menggunakan Kantor Dinas Kebudayaan Kepri di Dompak," ucapnya.

Untuk awal pembangunan ini, anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 9 Miliar lebih.

"Awalnya Rp 10 miliar, dikarenakan ada recofusing jadi berkurang. Tidak menjadi persoalan, yang terpenting gedungnya terbangun," sebut Abdul Razak.

Ia menegaskan, bahwa pembangunan Gedung LAM bukan untuk masyarakat Melayu saja, namun seluruh masyarakat Kepri.

"LAM bukan untuk orang Melayu, tapi masyarakat yang tinggal di Kepri. Mau suku apapun itu. Dari Sabang sampai Merauke di Kepri ini ada," ucapnya menegaskan.

Baca juga: Wakil Gubernur Kepri Ajak Masyarakat Batam Gunakan Pembungkus yang Ramah Lingkungan

Sementara Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyebutkan, pembangunan gedung LAM merupakan bentuk wujud adanya adat Melayu yang menjadi ciri khas daerah ini.

"Wilayah ini adalah melayu atas adat Melayu, dan berintegrasi dengan budaya nusantara. Gedung ini harus menjadi kebanggaan kita semua," sebut Ansar Ahmad.

Jauh lebih itu, sambung Ansar, Gedung LAM juga akan dijadikan ikon pariwisata Kepri.

"Apalagi pandangan dibangunnya gedung ini langsung menghadap ke Pulau Penyengat," ujarnya.(TribunBatam.id/Endra Kaputra)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved