Breaking News:

DISKOMINFO LINGGA

Pemkab Lingga Cetak Pengrajin Tenun Lewat Pelatihan

Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Lingga membuat pelatihan menenun untuk melestarikan warisan budaya yang ada di Lingga

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Dok.Disnaker Lingga untuk Tribun Batam
Disnaker Lingga mengadakan pelatihan menenun di Gedung LAM Daik, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. Pelatihan ini berlangsung hingga 15 Agustus 2022 mendatang 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Setelah melakukan pelatihan membuat tudung manto, Pemerintah Kabupaten Lingga atau Pemkab Lingga lewat Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi membuat pelatihan menenun.

Pelatihan ini telah dibuka pada 26 Juli lalu di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Daik Lingga dan berlangsung selama 20 hari.

Pelatihan menenun bagi tenaga kerja mandiri di Lingga ini akan berakhir pada 15 Agustus 2022 mendatang.

Kegiatan ini juga didukung oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Maratusholiha Nizar.

Sejauh ini, Dekranasda terus berupaya menggali potensi produk-produk lokal.

Tidak hanya kain penutup kepala tudung manto, batik Lingga, kain tenunan juga mulai diangkat kembali.

Baca juga: Mengenal Tudung Manto Warisan Budaya Lingga Tak Lekang Zaman

Diketahui, Lingga juga punya sejarah memiliki kain tenunan bernama Kain Talepok.

Berdasarkan riwayat sejarah, kain tenun ini dibesarkan pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Syah II atau Marhum Kedaton, yang bersemayam di Kompleks Makam Bukit Cengkeh, Daik, Kecamatan Lingga.

Terciptanya kain tradisional ini, telepuk awalnya merupakan kain dari suku Bugis dan merupakan akulturasi antara Budaya Melayu dan Budaya Bugis.

Pada saat itu mereka menjadi pemegang kekuasaan tertinggi di tanah Melayu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved