Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Subsidi Pupuk Karimun Dikurangi 145 Ton, Pemkab Siapkan Solusi untuk Petani

Subsidi pupuk untuk Karimun kini sudah berkurang dengan jumlah yang sangat signifikan, yakni berkurang 145 ton. Awalnya 187 ton kini hanya 42 ton saja

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukriyanto Jaya Putra saat diwawancarai mengenai pupuk subsidi di Karimun. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukriyanto Jaya Putra mengatakan, subsidi pupuk untuk Kabupaten Karimun berkurang.

Hal tersebut berdasarkan surat edaran peraturan Kementerian Pertanian nomor 10 Tahun 2022 yakni menjaga ketersediaan keterjangkauan pupuk dan optimalisasi penyaluran pupuk bersubsidi terutama untuk petani.

"Terbitnya Permentan itu berpengaruh terhadap kuota pupuk subsidi yang hanya 42 Ton jenis urea dan NPK untuk petani Kabupaten Karimun," ujar Sukriyanto, Rabu (3/8/2022).

Sesuai edaran dari Kementerian Pertanian yang memangkas jenis pupuk subsidi dari Pemerintah.

Sebelumnya ada lima jenis pupuk yang menerima subsidi, kini dibatasi menjadi dua jenis.

Adapun jenis pupuk yang sebelumnya subsidi di antaranya, pupuk organik, urea, Super Phospat kandungan P20s 36 persen (SP-36), Zvavelvuure Ammonium (ZA), dan NPK.

Namun setelah dikeluarkan Permentan tersebut, jenis pupuk yang disubsidi hanya urea dan NPK.

"Kabupaten Karimun seharusnya menerima sekitar 187 Ton kuota pupuk subsidi untuk 5 jenis pupuk. Akan tetapi, setelah keluarnya regulasi baru, kuota pupuk subsidi untuk Karimun tinggal 42 ton per tahun," ujarnya.

Baca juga: Kecelakaan Hari Ini, Bocah di Karimun Tewas Tenggelam di Laut Coastal Area

Dengan begitu, Sukri mengimbau para petani untuk tidak panik perihal itu dan secara bertahap mulai beralih kepada pupuk organik.

"Petani untuk tidak khawatir dan panik melalui APBD 2022 ini, kami telah menganggarkan pengadaan alat pencacah dan hewan ternak sebagai langkah untuk mengurangi pemakaian pupuk non organik," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi untuk mengarahkan petani mulai beralih menggunakan pupuk organik.

"Secara perlahan mulai kami arahkan petani untuk menggunakan pupuk organik. Kami juga akan pengadaan alat pencacah dari hewan ternak yang diberikan kepada petani, nantinya mereka bisa beternak dan dari kotoran hewan itu bisa di gunakan sebagai pupuk," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati)

 

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved