Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Babak Baru Korupsi Lahan TPA Tanjunguban, Kejari Bintan Sita Lahan Pemkab

Kejari Bintan menyita lahan belasan ribu meter persegi lahan Pemkab Bintan imbas kasus korupsi lahan TPA Tanjunguban tahun 2018 dengan 3 tersangka.

TribunBatam.id/Dokumentasi Kejari Bintan
Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan saat menyita tanah milik Pemkab Bintan di jalan Tanjung Permai, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan. Penyitaan tanah ini merupakan imbas dari kasus korupsi pengadaan lahan TPA Tanjunguban tahun 2018 dengan tiga tersangka. 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Kasus korupsi lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjunguban pada 2018 lalu yang ditangani Kejari Bintan memasuki babak baru.

Penyidik Kejari Bintan menyitqa lahan tanah Pemkab Bintan seluas 14.289 meter persegi imbas kasus korupsi pengadaan lahan tahun 2018 dengan penetapan tiga tersangka itu.

Kejari Bintan sebelumnya menetapkan tiga tersangka dalam kasus korupsi pengadaan lahan tempat pembuangan akhir (TPA) di Tanjunguban, Kabupaten Bintan pada tahun 2018, pada Rabu (20/7/2022) lalu.

Penetapan tiga orang tersangka ini dilakukan, setelah seragkaian proses pemeriksaan panjang yang telah dilakukan Kejari Bintan.

Kepala Kejari Bintan, I Wayan Riana menuturkan, tiga orang tersangka diantaranya Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Bintan, Herry Wahyu(HW) periode 2018 serta AS (Ari Syafdiansyah) dan SP (Supriatna) warga Tanjunguban.

Baca juga: Kejari Bintan Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pengadaan Lahan TPA Tanjunguban

Adapun lahan milik Pemkab Bintan seluas 14.289 meter persegi yang disita Kejari Bintan berlokasi di jalan Tanjung Permai, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan.

Penyitaan dilakukan berdasarkan Penetapan PN Izin Penyitaan Nomor 51/pen.pid.sus-TPK/2022/PN Tanggal 27 juli 2022 An. Herry Wahyu.

Kasispidsus kejari Bintan, Fajrian Yustiardi menjelaskan, penyitaan tanah merupakan tindak lanjut dari kasus korupsi lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Dimana dalam kasus itu, tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Saat melakukan penyitaan didampingi RT,RW, lurah dan Babinkantib setempat," terangnya.

Selain lahan yang disita ini, penyidik Kejari Bintan saat ini sedang membidik aset aset lainnya milik para tersangka yang diduga didapati dari hasil korupsi lahan sebesar 2,4 miliar Rupiah.

"Kami koordinasi bersama intel Kejati Kepri untuk melacak aset. Serta akan menyita aset itu bila didapati dari hasil korupsi," tegasnya.

Baca juga: Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan TPA Bintan, Kajari Ungkap Audit BPKP Kepri

Seperti diketahui, tiga tersangka kasus korupsi pengadaan lahan TPA tahun 2018 yang diungkap Kejari Bintan memiliki perannya masing-masing.

Tersangka HW selaku Kepala Dinas Perkim Bintan pada tahun 2018 selaku pelaksana anggaran (PA) kegiatan tidak melaksanakan tugasnya sesuai mekanisme pengadaan lahan TPA.

Sementara tersangka AS dan tersangka SP berperan mencari dan melengkapi dokumen tanah yang dibeli Pemkab Bintan.

“Dari peran masing-masing, penyidik akhirnya menetapkan ketiganya sebagai tersangka,” tutupnya.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora)

Baca juga dengan Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved