Breaking News:

BINTAN TERKINI

Kejari Bintan Telusuri Kekayaan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Lahan TPA

Penyidik Kejari Bintan libatkan Bidang Intelijen Kejati Kepri untuk menelusuri harta kekayaan tiga tersangka kasus korupsi pengadaan lahan TPA

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Kasipidsus Kejari Bintan, Fajrian Yustiardi sebut pihaknya kerja sama dengan Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi untuk menelusuri harta kekayaan tiga tersangka kasus korupsi pengadaan lahan TPA di Tanjunguban 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Penyidik Kejaksaan Negeri atau Kejari Bintan tengah menelusuri harta kekayaan tiga tersangka kasus dugaan korupsi lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara Bintan.

Sebelumnya Kejari Bintan telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini. Mereka Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Bintan, Herry Wahyu (HW) periode 2018, AS (Ari Syafdiansyah) dan SP (Supriatna) warga Tanjunguban.

Penelusuran harta kekayaan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan TPA di Tanjunguban Bintan ini melibatkan Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi atau Kejati Kepri.

"Kita melibatkan Intel Kejati Kepri, soalnya Intel Kejari Bintan masih kosong Kepala Seksinya dan kita minta bantu," kata Kasi Pidsus Kejari Bintan, Fajrian Yustiardi, Senin (8/8/2022).

Ia melanjutkan, saat ini pihaknya sedang menunggu data-data valid dari tim Intel Kejati Kepri. Nantinya, pihaknya akan melakukan upaya penyitaan paksa terhadap harta kekayaan para tersangka.

"Jadi penyitaan itu kita lakukan untuk memulihkan kerugian negara. Soalnya tersangka HW dan dua tersangka lainnya belum mengembalikan kerugian negara dari total Rp 2,44 miliar," ucapnya.

Baca juga: Babak Baru Korupsi Lahan TPA Tanjunguban, Kejari Bintan Sita Lahan Pemkab

Fajrian menuturkan, harta yang ditelusuri itu merupakan harta bergerak maupun tidak bergerak dari tahun 2018 hingga tahun 2022 ini.

"Jadi tidak ikut terhadap harta kekayaan di bawah tahun 2018," tuturnya.

Fajrian melanjutkan, dalam kasus korupsi pengadaan TPA ini,
penyidik juga telah menerima pengembalian uang korupsi TPA sekitar Rp 62,5 juta dari enam saksi.

Adapun besaran uang yang dikembalikan dari enam orang saksi bervariasi. Ada yang mengembalikan Rp 2 juta, Rp 5 juta dan Rp 7 juta.

"Jadi untuk tiga tersangka sama sekali belum ada mengembalikan kerugian negara, selain 6 orang saksi yang kita periksa," ungkapnya.

Baca juga: Kejari Bintan Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pengadaan Lahan TPA Tanjunguban

Saat ini pihaknya sedang menyiapkan kelengkapan berkas ketiga tersangka untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

"Masa penahanan tiga tersangka saat ini ditambah 40 hari lagi oleh JPU, setelah masa 20 hari pertama selesai," tutupnya. (tribunbatam.id/Alfandi Simamora)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved