Breaking News:

Bank Indonesia Kepri

TPID Tanjungpinang Jaga Inflasi Agar Stabil Lewat Operasi Pasar Murah Para Tani

Warga Tanjungpinang memanfaatkan operasi pasar yang digelar TPID Tanjungpinang selama dua hari. Mereka mulai mendatangi lokasi sejak pukul 06.00 pagi.

Penulis: Rahma Tika | Editor: Tri Indaryani
ISTIMEWA
Warga Tanjungpinang memanfaatkan operasi pasar yang digelar TPID Tanjungpinang selama dua hari. Sejak pukul 06.00 WIB earga sudah berburu bahan pangan murah, di Jalan Hang Lekir, Tanjungpinang, Minggu (7/8/2022). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Sejak pukul 06.00 WIB masyarakat Kota Tanjungpinang sudah berburu bahan pangan murah, di Jalan Hang Lekir, Tanjungpinang, Minggu (7/8/2022).

Para wanita terlihat membawa tas belanjaan dari rumah yang akan mereka isi sayuran, cabai, dan sembako lainnya di sini.

Memasuki pukul 07.00 WIB, pasar mulai dipadati masyarakat yang ingin berbelanja, mereka langsung menyerbu pedagang cabai dan sayur yang ada di lokasi itu.

Ternyata operasi pasar murah yang digelar Pemko Tanjungpinang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah selama dua hari, Sabtu dan Minggu ini membawa dampak yang sangat baik bagi masyarakat.

Salah satu penjual bahan pangan berupa cabai dan sayuran dijual langsung oleh petani Poktan Maju Jaya di bawah binaan Bank Indonesia (BI) Kepri.

Kepala Tim Perumusan KEKDA, Dedy Prasetyo mengatakan kegiatan Pasar Murah oleh TPID Tanjungpinang ini melibatkan Bank Indonesia (BI) Kepri bersama Pemko Tanjungpinang, BULOG dan Koperasi Tani.

“Ini merupakan upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tanjungpinang dalam merespons kenaikan harga (inflasi) komoditas pangan yang terjadi akhir-akhir ini, dengan dijual di bawah harga pasar harapannya nanti harga di pasar ikut terdorong untuk turun,” ucap Dedy, Minggu (7/8/2022).

Kegiatan pasar murah dimaksudkan untuk membantu masyarakat agar tetap dapat memenuhi kebutuhannya dengan harga yang terjangkau.

Dalam pasar murah, para petani dan BULOG berkesempatan untuk menjual produknya secara langsung ke konsumen, sehingga bisa lebih murah karena rantai tata niaga bisa diperpendek.

“Kami juga berharap melalui kegiatan tersebut inflasi khususnya bahan pangan di Tanjungpinang dapat terkendali,” kata Dedy.

Berdasarkan data BPS Kepri, inflasi dari Januari-Juli 2022 sebesar 4,38 persen untuk Kepulauan Riau, Kota Batam sebesar 4,41 persen, dan Tanjungpinang 4,22 persen.

Dengan adanya pasar murah ini turut mendorong peningkatan kapasitas produk lokal melalui petani dan nelayan.

Di sini petani bisa menjual hasil panennya langsung ke pembeli.

Sementara itu , Wali Kota Tanjungpinang, Rahma menyebutkan operasi pasar murah ini merupakan upaya Pemko Tanjungpinang dalam mendukung dan mensejahterakan para petani sekaligus untuk memberikan kemudahan masyarakat selaku konsumen agar mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih murah. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved