Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Polres Karimun Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal Tujuan Malaysia

Satpolairud Polres Karimun menangkap seorang tersangka dan tiga calon PMI menuju negeri jiran Malaysia pada Minggu (7/8/2022).

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Yeni Hartati
Ungkap kasus Satpolairud Polres Karimun terkait upaya pengiriman PMI ilegal tujuan negeri jiran Malaysia, Kamis (11/8/2022). Polisi menetapkan seorang tersangka dan tiga calon PMI asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Karimun menjadi lokasi penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) menuju negeri jiran Malaysia.

Ungkap kasus Satpolairud Polres Karimun terkait kasus PMI ilegal tujuan Malaysia pada Kamis (11/8/2022) ini contohnya.

Penyidik Satpolairud Polres Karimun menetapkan seorang tersangka berinisial Nm alias Semut dari kasus penyelundupan PMI ilegal ke negeri jiran Malaysia ini.

Termasuk tiga calon PMI asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kasat Polair Polres Karimun, AKP Binsar Samosir, mengungkap upaya penggagalan pengiriman PMI ilegal menuju Malaysia pada Minggu (7/8/2022), setelah adanya informasi mengenai rencana akan adanya pengiriman PMI secara ilegal dari Wilayah Karimun melalui jalur tidak resmi.

Baca juga: Polisi Sisir Titik Rawan Penyendupan PMI Ilegal di Batam

"Mereka dijemput oleh Semut ke Batam dan dibawa ke Karimun sebelum diberangkatkan ke Malaysia," ujarnya.

Sebelum diberangkatkan, Semut juga menginapkan calon PMI itu di Pulau Judah, Kecamatan Sugie Besar, Kabupaten Karimun.

"Jadi, pelaku ini menjemput PMI ke Batam, dan dibawa ke Karimun. Itu atas suruhan seseorang yang kini sebagai DPO," ujarnya.

Saat ini, Semut telah ditahan di Sel Tahanan Polres Karimun, dan tiga calon PMI yang diamanakan telah diminta keterangan.

Semut dijerat dengan pasal 81 jo 86 huruf C UU no 18 tahun 2017, tetang pelindungan pekerja migran Indonesia, dengan ancaman kurungan 10 penjara.

Baca juga: Malaysia Menyerah, Kemnaker Sebut Negeri Jiran Siap Patuhi Aturan soal PMI

"Kasus PMI ilegal ini masih dalam penyelidikan, kami juga masih mengejar seorang yang menjadi DPO," tutupnya.(TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved