Breaking News:

LINGGA TERKINI

28 Ekor Buaya di Lingga Dipindahkan ke Batam, Populasi di Tempat Asal Meningkat

Puluhan ekor buaya liar di Lingga dipindahkan ke Pulau Bulan Batam, menyusul penangkaran buaya di Lingga sudah tak bisa lagi menampung banyaknya buaya

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Dok. Diskominfo Lingga
Sebanyak 28 ekor buaya liar di Lingga dipindahkan ke Penangkaran Buaya di Pulau Bulan, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, belum lama ini 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Sebanyak 28 ekor buaya dari Kabupaten Lingga diberangkatkan ke Penangkaran Buaya di Pulau Bulan, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (11/8/2022).

Buaya yang dipindahkan ke Batam itu sebelumnya buaya liar hasil tangkapan dari beberapa wilayah di Lingga.

Seperti di Desa Mepar, Desa Sungai Besar, Desa Keton, Desa Kerandin, dan wilayah lainnya di Lingga.

Setelah ditangkap, buaya liar itu ditempatkan di penangkarannya yang berada di belakang Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lingga.

"Buaya ini sudah ada di penangkaran selama lebih kurang 5 bulan," kata Kepala DLH Lingga, Joko Wiyono, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, sebelumnya DLH Lingga sudah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Batam. Karena populasi buaya di Lingga semakin meningkat, sehingga tidak bisa lagi menampung di penangkaran mereka.

"BKSDA bekerja sama dengan perusahaan yang memiliki penangkaran buaya yang ada di Pulau Bulan Batam. Akhirnya buaya-buaya ini dapat dipindahkan ke sana," ujarnya.

Baca juga: Damkar Bintan Timur Akan Evakuasi Buaya 1,5 Meter dari Kolam Warga di Sungai Lekop

Sementara itu, Kepala Desa Mepar, Faif Sundoyo saat dikonfirmasi menjelaskan, memang saat ini populasi buaya di wilayahnya terus meningkat.

Sekira dua pekan lalu, ada satu ekor buaya yang berhasil ditangkap warga di Desa Mepar. Buaya itu juga ikut dibawa ke Batam Kamis lalu.

"Di masa saya jadi kades, untuk Desa Mepar sudah dua kali dapat tangkapan buaya. Tahun ini sama tahun kemarin. Kalau dulu-dulu saya kurang tahu," kata pria yang akrab disapa Handoyo ini kepada tribunbatam.id, Minggu (14/8/2022).

Baca juga: Waspada Buaya, Warga Tanjungpinang Diminta Tak Beraktivitas di Wilayah Ini

Ia menyebut, buaya ini masih terlihat oleh penduduk setempat, apalagi saat musim kering di pulau kecil.

Ia berharap, dengan bertambahnya populasi hewan liar ini, ada langkah-langkah atau solusi lain dari pemerintah daerah untuk lebih mudah menangkap buaya yang masih berkeliaran.

"Sekarang ini dipancing untuk mendapatkannya (buaya-red), mungkin ada cara lain yang lebih intens," tuturnya. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved