Breaking News:

BERITA SINGAPURA

Beda Malaysia, SIngapura dan Indonesia Soal Kebijakan Rumah Buat Warganya

Singapura, Indonesia dan Malaysia sama-sama negara di Asia Tenggara. Bagaimana kebijakan tiga negara ini terkait kepemilikan rumah buat warganya?

TRIBUNBATAM.id
Ilustrasi Perumahan - Tiga negara di Asia Tenggara, Indonesia, Singapura dan Malaysia punya kebijakan terkait kepemilikan perumahan untuk warganya. 

Namun, kebijakan perumahan yang terarah dan terukur membuat tingkat kepemilikan rumah di Singapura jauh lebih baik.

KEBIJAKAN Perumahan

Berbicara soal kebijakan perumahan, pemerintah di ketiga negara menerapkan kebijakan yang sangat berbeda.

Singapura tercatat memiliki program perumahan umum yang sangat sukses dan dikelola langsung oleh Housing Development Board (HDB).

Baca juga: Daftar Anggota Paskibra Provinsi Kepulauan Riau pada HUT 77 Tahun Indonesia

HDB ini telah dibentuk sejak 1 Februari 1960 untuk mengatasi krisis perumahan di Negeri Singa tersebut.

Karena keterbatasan lahan, rumah yang dibangun oleh pemerintah tersedia dalam bentuk rumah susun (rusun) atau flat.

Meskipun awalnya tersedia untuk disewa, HDB kemudian mendorong penghuni perumahan umum untuk membeli apartemen yang ditinggali.

Karena itulah, sembilan dari sepuluh penyewa HDB telah memiliki hunian mereka sendiri.

Pembeli pun bisa membeli unit apartemen dengan cara dicicil. Bahkan, pemerintah memberikan subsidi kepada rumah tangga berpendapatan rendah.

Bagi keluarga-keluarga dengan penghasilan minim dan berpotensi menjadi tunawisma, harga sewa rumah pun diberikan sangat murah dan terjangkau.

Sementara Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga memberikan berbagai kemudahan kepada masyarakat untuk memiliki rumah.

Bahkan sejak tahun 1974, pemerintah sudah memiliki PERUMNAS yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengurus penyediaan perumahan yang layak bagi masyarakat menengah ke bawah.

Beberapa program yang bisa dijumpai saat ini adalah program pembangunan rumah khusus, rumah susun serta rumah swadaya terutama untuk menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Pemerintah juga memberikan KPR bersubsidi yang bisa memudahkan masyarakat memperoleh rumah dengan skema cicilan dalam jangka waktu tertentu.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved