Breaking News:

BATAM TERKINI

REAKSI Anggota DPRD Batam Saat Terima Laporan Air di Nongsa Kerap Mati saat Jam Sibuk

Sejumlah warga Perumahan Green Nongsa City Batam mengaku kesal dengan aliran air yang sering mati saat jam sibuk. Bahkan, mati air bisa dua kali.

TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng
Anggota Komisi 1 DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha SH bereaksi saat menerima keluhan warga Perumahan Green Nongsa City Batam yang mengaku kesulitan mendapatkan air bersih karena sering mati saat jam sibuk. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Layanan air bersih di Batam kembali membuat masyarakat mengeluh.

Terbaru, beberapa warga Perumahan Green Nongsa City Batam mengaku kesal dengan aliran air di tempat mereka yang sering mati di jam-jam sibuk.

Tidak hanya sekali, air di keran kamar mandi mereka bahkan tak mengalir dua kali dalam sehari.

"Air mati terus, pagi dan sore. Sudah macam minum obat, dua kali sehari," keluh Yoga, warga perumahan.

Ternyata, kondisi ini juga terjadi di Kelurahan Sei Lekop, Sagulung.

Rega, warga di sana, menuturkan jika kondisi air yang sering mati juga menjadi penghambat aktivitas warga.

"Matinya itu pas jam sibuk. Tak mengalir sama sekali air di keran kami," katanya.

Baca juga: Penumpang Pancung di Pelabuhan Sekupang Batam Membludak, Masih Pagi 100 Kapal Berangkat

Merespons kondisi ini, Anggota Komisi I DPRD Batam, Utusan Sarumaha, mengaku geram.

Menurutnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam harus bertanggung jawab terhadap keluhan warga tersebut.

"BP Batam gagal untuk menjamin distribusi air. Masyarakat jadi tersiksa dan menjerit. Kalau urusan air saja tak tuntas, kasihan masyarakat," ujarnya kepada Tribun Batam, Rabu (17/8/2022).

Saat disinggung soal rencana pihaknya untuk memanggil dan menanyakan langkah pengelola air bersih di Batam dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP), Utusan mengaku tak ingin ambil pusing.

Politisi dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tersebut beranggapan, kepedulian pihak terkait untuk menyikapi kondisi ini seharusnya dapat disegerakan.

"Saya pikir, tak perlu kami RDP lagi kalau BP Batam benar-benar merasakan penderitaan masyarakat. Kalau peduli, maka akan memberikan perhatian khusus terkait air," sambungnya.

Ia meminta agar BP Batam dan pihak pengelola air yakni PT Moya Indonesia dapat memperhatikan betul kebutuhan dasar masyarakat perihal air.

Utusan tak ingin, para pemangku kepentingan malah sibuk dengan hal-hal yang tak terlalu penting.

"Kalau soal air ini saja belum tuntas, bagaimana dengan yang lain. Ini persoalan yang sudah kronis tapi masih tuntas. Apakah membiarkan rakyat tersiksa," katanya. ( TRIBUNBATAM.id/Ichwan Nur Fadillah)

 

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved