Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Polres Karimun Musnahkan Ribuan Ekstasi Asal Negeri Jiran Malaysia

Ribuan pil ekstasi asal negeri jiran Malaysia yang dimusnahkan Polres Karimun merupakan hasil ungkap kasus dari dua tersangka pada 11 Juli 2022.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Yeni Hartati
Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano saat menuang pil ekstasi kedalam blender untuk dimusnahkan di Mapolres Karimun, Jumat (19/8/2022). Sebanyak 4.193 pil ekstasi asal negeri jiran Malaysia dimusnahkan dalam kesempatan itu. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Letak negeri jiran Malaysia yang berdekatan dengan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) rawan penyelundupan narkoba.

4.390 butir pil ekstasi asal negeri jiran Malaysia yang dimusnahkan oleh Polres Karimun, Jumat (19/8/2022) ini menjadi contoh kecilnya.

Ribuan pil ekstasi asal Malaysia yang dimusnahkan itu, merupakan barang bukti ungkap kasus Satresnarkoba Polres Karimun dengan dua tersangka berinisial Hi (69) dan Nn (40) di salah satu hotel di Karimun pada 11 Juli 2022.

Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano memimpin pemusnahan ribuan pil ekstasi itu.

Adapun total jumlah pil ektasi yang didapat saat penangkapan sebanyak 4.390 butir.

Baca juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan Narkoba Ratusan Ribu Pil Ekstasi Asal Malaysia di Riau

Kemudian, dari jumlah tersebut 197 butir untuk uji laboratorium.

"Sebanyak 4.193 narkotika jenis pil ekstasi berwarna kuning, dengan bentuk patung Sphinx itu dimusnahkan dengan cara diblender," ujar AKBP Tony Pantano.

Hasil laboratorium pil tersebut mengandung Methylene Dioxy Methamphetomine (MDPV)

Setelah ribuan pil ekstasi tersebut dihancurkan menggunakan blender kemudian dibuang ke saluran septictank.

"Dari pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Riau, untuk barang bukti di persidangan dengan hasil positif Narkotika," ujarnya.

Baca juga: Polres Karimun Buru Kurir Narkoba Hingga Aceh, 30 Kg Ganja Jadi Bukti

Adapun pasal yang di sangkakan pelaku di kenai undang-undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama hukuman seumur hidup," tutupnya. (TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved