Breaking News:

Bank Indonesia Kepri

TPID Kepri Respon Hasil Rakornas Pengendalian Inflasi, Jaga Kestabilan Inflasi Kepri

Upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Riau dalam menjaga dan mengendalikan inflasi di Provinsi Kepulauan Riau

Penulis: Rahma Tika | Editor: Agus Tri Harsanto
Ist
Salah seorang warga, Maryam saat membeli cabai di bazar pangan murah yang digelar Provinsi Kepri bekerjasama dengan BI Perwakilan Kepri, Dinas Ketahanan Pangan, BUMD, serta Bulog, menjual cabai setengah kilogram yaitu Rp 30 ribu. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG -Upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Riau dalam menjaga dan mengendalikan inflasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Pemprov Kepri melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri membuka bazar pangan murah sejak Sabtu, 20 Agustus 2022.

Bazar pangan murah ini diadakan di halaman parkir Foodcourt Bintan Center, Tanjungpinang selama dua hari yakni 20-21 Agustus 2022.

Dalam kesempatan ini masyarakat bisa memperoleh bahan pangan dengan harga murah, yang jauh dari harga jual di pasar. Tersedia cabai, sayur mayur, ayam, beras murah, daging beku, minyak goreng, bawang, telur, dan bahkan jajanan para pelaku UMKM juga hadir di bazar pangan murah ini.

Yang tak kalah menariknya lagi, pada bazar pangan murah masyarakat yang datang bisa mendapatkan paket sayur gratis dan bendera merah putih hanya dengan membawa fotocopy KTP saja selagi persediaan masih ada dan juga menggunakan pembayaran secara non tunai , yaitu cukup dengan scan QRIS yang telah disiapkan oleh pedagang, maka

Asisten II Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira mengatakan kegiatan bazar murah ini berkolaborasi dengan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, BUMD Kepri, dan juga dari Bulog, serta petani dalam upaya menekan inflasi khususnya bahan pangan di Provinsi Kepri.

“Momen ini kita lakukan dengan menjual produk - produk ke masyarakat dengan harga yang murah,” ucap Luki, Sabtu (20/8/2022). 

Harapannya bazar pangan murah ini dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga yang murah.

“Dengan stimulus ini harga bahan pangan yang ada di Kepri khususnya Tanjungpinang kembali normal, karena angka inflasi kita cukup tinggi,” jelasnya.

Upaya tersebut terus dilakukan sebagai komitmen Pemerintah Provinsi Kepri bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri dalam menekan angka dan menurunkan inflasi yang ada di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepri, Rika Azmi menyebutkan ada sekitar 20 stand bazar yang hadir pada bazar pangan murah.

“Sebagian yang jualan di sini ada yang dari petani, ada juga yang dipersiapkan BUMD Kepri,” ujar Rika.

Lanjutnya, dari beberapa bahan pangan yang memicu inflasi seperti cabai kemudian juga telur pihaknya menyediakan komoditas pangan tersebut di bazar murah ini. Sebagian cabai yang dijual ada yang langsung dari petani lokal, dan ada pula yang didatangkan dari luar.

Kepala Tim Implementasi Kebijakan Ekonomi Daerah Bank Indonesia Kepri, Miftahul Choiri mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bagian dengan branding gerakan nasional pengendalian inflasi pangan sebagai respon dari rapat koordinasi bersama Presiden Joko Widodo dan Kepala Daerah se - Indonesia beberapa waktu yang lalu.

“Ada tiga kegiatan pokok yang ingin kita capai dalam gerakan nasional pengendalian inflasi pangan ini yaitu stabilisasi harga, perluasan kerjasama antar daerah, dan peningkatan produksi pangan,” sebutnya.

Bazar pangan murah yang digelar hari ini adalah salah satu dari tiga kegiatan pokok tersebut. Bank Indonesia Kepri dalam kegiatan ini tujuannya untuk menstabilisasikan kota - kota indeks harga konsumen (IHK) di Kepulauan Riau ada di dua tempat yakni Batam dan Tanjungpinang.

“Prioritas kita di Tanjungpinang dan Batam, tapi tidak menutup kemungkinan untuk daerah - daerah lain akan kita lakukan seperti ini juga, kegiatan utamanya di sini adalah ketersediaan pasok cabai dan 9 bahan pokok agar harga nya lebih stabil,” tukasnya.(Tik)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved