Breaking News:

Nonton Sayap Sayap Patah, Ganjar Pranowo Sebut Masih Banyak Polisi Berintegritas

Film Sayap Sayap Patah kini telah tayang di bioskop. Di Semarang, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga ikut menonton dan mengulas cerita film tersebut.

Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo foto bersama setelah menonton film Sayap Sayap Patah di Bioskop Paragon Mall, Kota Semarang, Jumat (19/8/2022).. 

SEMARANG, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menonton film "Sayap Sayap Patah" di bioskop Paragon Mall, Kota Semarang, Jumat (19/8/2022) lalu.

Ganjar Pranowo tak sendirian, dalam penayanan film itu juga hadir tiga pemeran utama film Sayap Sayap Patah. Mereka Nicholas Saputra, Ariel Tatum, dan Nugie.

Setelah menonton film itu, Ganjar Pranowo menilai, masih banyak anggota polisi yang berdedikasi tinggi untuk negara dan institusi kepolisian.

Menurutnya, film ini juga bisa menjadi satu bahan untuk kampanye deradikalisasi.

"Pesannya ya kita musti menjaga bangsa, musti menjaga negara, dan betul-betul masih banyak kok orang yang berprofesi dan punya dedikasi yang sangat baik kepada institusi. Contohnya mereka-mereka tadi, polisi yang punya dedikasi yang hebat. Mudah-mudahan ini bagian dari kebangkitan," kata Ganjar.

Ganjar menjelaskan film "Sayap Sayap Patah" besutan sutradara Rudi Soedjarwo itu cukup menegangkan karena berlatar peristiwa nyata di Mako Brimob pada tahun 2018 silam.

Baca juga: Renungan Suci HUT RI di Jateng, Ganjar Sebut Ada Perjuangan yang Tak Boleh Dilupakan

Kerusuhan yang menewaskan lima anggota polisi dan seorang napiter itu juga diikuti oleh Ganjar. Pengalaman imajinasi Ganjar terkait peristiwa itu benar-benar terbawa saat ia menonton film "Sayap Sayap Patah".

"Sangat heroik gitu ya dan kita bisa mendapatkan cerita dari layar lebar yang mungkin merekonstruksi apa yang terjadi di sana," ujarnya.

Cerita heroik anggota Densus 88 itu, lanjut Ganjar, juga dibumbui dengan drama dan asmara Ipda Adjie (diperankan Nicholas Saputra) dan istrinya Nani ( Ariel Tatum).

Pasangan itu mampu memberikan gambaran bagaimana kehidupan keluarga anggota polisi. Nani yang sedang hamil selalu dihadapkan dengan kecemasan dan ketakutan akan masa depan suaminya.

"Cerita yang heroik ini dibumbui dengan cerita asmara yang selalu membuat orang yang melihat dikoyak-koyak hatinya. Tadi banyak yang meleleh juga, menangis karena si aktor yang berdedikasi sangat tinggi untuk memberantas terorisme harus meninggal dan anaknya lahir pada saat bapaknya dibunuh. Ini yang membuat orang sangat terharu," ungkap Ganjar.

Menurut Ganjar, film "Sayap Sayap Patah" itu dapat menjadi media pembelajaran yang bagus tentang patriotisme dan deradikalisasi. Sebab dalam film itu digambarkan ketika seseorang salah jalan bisa bertindak apa pun dan bisa sangat kejam.

"Sangat. Sangat bisa. Mungkin beberapa tokoh bisa diajak menonton bersama pelajar, bersama masyarakat, terus ada diskusi kecil. Saya kira narasumber-narasumber yang kemarin ikut kita di upacara (mantan napiter) itu bisa juga kita ajak nonton dan berdiskusi. Benarkah seperti itu ceritanya sehingga bisa melengkapi dan imajinasi orang akan makin baik, sempurna," kata Ganjar.. (*)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved