Breaking News:

HARGA Pertalite Segera Naik, Harga Barang dan Transportasi Terancam Ikut Naik

Pemerintah berencana menaikkan harga pertalite dalam waktu dekat ini. Dampaknya biaya transportasi dan harga bahan pokok terancam ikut naik.

TribunBatam.id/istimewa untuk Tribun Batam
Pemerintah berencana menaikkan harga pertalite dalam waktu dekat ini. Dampaknya biaya transportasi dan harga bahan pokok terancam ikut naik. Foto : Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dalam waktu dekat ini.

Apabila kebijakan itu benar-benar direalisasikan, maka masyarakat harus bersiap dengan dampaknya.

Yakni kenaikan harga bahan kebutuhan lain terutama transportasi dan bahan pokok.

Jika pemerintah mengerek harga Pertalite, laju inflasi tahun ini bisa meroket lantaran kenaikan harga BBM juga menyulut harga lainnya, terutama transportasi dan bahan pokok.

Sebagai gambaran, sepanjang pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pertama kali menaikkan harga BBM bersubsidi jenis Premium hingga 30 persen pada November 2014.

Satu bulan berikutnya, yakni pada Desember 2014, inflasi meroket hingga 8,36 persen year on year (yoy).

Pada tahun sebelumnya, tepatnya Juni 2013, juga terjadi kenaikan harga BBM. Di akhir tahun, inflasi melonjak ke level 3,83% yoy.

Baca juga: Wakil Walikota Ajak Warga Rawat Sinergisitas di Tengah Keragaman Suku di Batam

Sebab itu, Ekonom MakroEkonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Teuku Riefky memperkirakan, jika harga Pertalite naik maka inflasi tahun ini bisa mencapai 6% hingga 7% yoy.

Namun, dampak inflasi dari kenaikan harga BBM ini akan bersifat temporer.

Dengan perkiraan tingginya inflasi pada tahun ini, ia malah optimistis inflasi ke depan akan mulai stabil.

"Tahun depan harusnya inflasi tidak akan setinggi inflasi tahun ini karena ada high base effect, jadi tahun depan bisa lebih rendah lagi," kata Riefky kepada KONTAN, Minggu (21/8).

Kepala Ekonom Indo Premier Sekuritas Luthfi Ridho sependapat bahwa kenaikan harga BBM jenis pertalite bakal mengerek inflasi tahun ini ke kisaran 7%-8%.

"Setiap kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar 10%, inflasi naik 1,2% sehingga inflasi di 2022 bisa 7%-8%," kata Luthfi.

Pemerintah memang belum mengumumkan berapa besar kenaikan harga Pertalite.

Hanya saja, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia sebelumnya mengasumsikan kenaikan harga Pertalite menjadi Rp 10.000 atau naik 30,7

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved