Breaking News:

PENGGEREBEKAN JUDI

Polresta Tanjungpinang Ungkap Judi Sie Jie Singapura, Tiga Orang Tersangka

Satreksrim Polresta Tanjungpinang menetapkan tiga tersangka terkait aktivitas judi sie jie Singapura di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu.

Penulis: Rahma Tika | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Dokumentasi Satreskrim Polresta Tanjungpinang
Seorang perempuan inisial A, tersangka kasus judi sie jie yang diungkap Satreskrim Polresta Tanjungpinang. Wanita ini diduga sebagai bandar judi sie jie Singapura di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Anggota Satreskrim Polresta Tanjungpinang mengungkap aktivitas judi sie jie Singapura di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). 

Pengungkapan kasus sie jie Singapura di Tanjungpinang berawal dari penangkapan seorang perempuan berinisial A yang menampung uang dari para warga yang bermain judi jenis ini.

Personel Satreskrim Polresta Tanjungpinang mulanya mendapat informasi jika tersangka berinisial A berada di Jalan Potong Lembu nomor 23.

Mereka kemudian menangkap wanita itu pada Sabtu (20/8/2022) sekira pukul delapan malam.

Di sana polisi menemukan rekapan sie jie Singapura.

Baca juga: Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman Perintahkan Kapolres Berantas Praktik Judi

Kasatreskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Awal Sya'ban mengatakan, dari hasil pengembangan tersangka A menyebut pemasang judi berinisial S alias A, serta tersangka A alias L.

Polisi menangkap ua orang pemasang judi sie jie Singapura pada lokasi berbeda.

“Kami menangkap tersangka berinisial S di rumah, sedangkan tersangka berinsial A ditangkap di kedai kopi,” ungkap Awal.

Adapun barang bukti yang diamankan adalah uang tunai sebesar Rp 600.000 yang merupakan hasil penjualan judi.

Kemudian satu unit handphone merek Oppo warna hitam dan satu buah buku rekapan.

Baca juga: Dua Lokasi Judi di Batam Digerebek Polisi, Atas Perintah Kapolri

Akibat perbuatannya tiga pelaku dapat dijerat Pasal 303 KUHP Tentang Perjuadian dengan ancaman pidana 10 tahun penjara.

“Semuanya saat ini sudah berada di Polresta Tanjungpinang untuk diproses hukum," sebutnya.(TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved