Breaking News:

Mantan Kades dan Sekdes Matak Anambas Dituntut 15 Bulan Penjara terkait Korupsi

Mantan Kepala Desa Matak Anambas Awaludin dan mantan Sekdes Matak Fendi dituntut 15 bulan penjara terkait kasus korupsi dana ABPDes tahun 2019

Dok. Cabjari Natuna di Tarempa untuk Tribun Batam
Sidang agenda pembacaan tuntutan terdakwa mantan Kepala Desa dan mantan Sekretaris Desa Matak Anambas di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (22/8/2022) 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Mantan Kepala Desa Matak di Anambas Awaludin dituntut 1 tahun 3 bulan atau 15 bulan penjara atas dugaan perkara tindak pidana korupsi yang dilakukannya.

Bersama dirinya, mantan Sekretaris Desa Matak Fendi juga dituntut penjara dengan masa kurungan yang sama.

Diketahui, kedua mantan perangkat Desa Matak wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas ini menjadi terdakwa atas kasus dugaan tipikor Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2019.

Tuntutan tersebut sebagaimana dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Natuna di Tarempa di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (22/8/2022).

Adapun dugaan kerugian keuangan negara dari tindakan korupsi kedua terdakwa senilai Rp 211,6 juta.

Mantan kades dan mantan Sekretaris Desa Matak ini dinilai terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Tindakan mereka menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Jaksa pun menilai, kedua terdakwa telah melanggar pasal 3 jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga: Hari Ini Berkas Perkara Korupsi Dana Desa Matak Dilimpahkan ke PN Tanjungpinang

Kacabjari Natuna di Tarempa, Roy Huffington Harahap mengatakan, untuk tuntutan lain kepada kedua terdakwa diminta untuk membayar denda masing-masing senilai Rp 50 juta dengan hukuman pengganti dua bulan kurungan.

Sementara itu, Roy juga menyebutkan, bahwa terdakwa Awaludin telah mengembalikan kerugian keuangan negara sebesar Rp 211,6 juta.

"Sidang ditunda untuk sepekan ke depan. Nanti dilanjutkan lagi tanggal 29 Agustus mendatang dengan agenda pembacaan pledoi dari penasehat hukum," jelasnya. (Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved