Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

Relokasi Pedagang Pasar Baru Tanjungpinang, Surat Perjanjian Jadi Prioritas

Walikota Rahma memberi atensi terhadap relokasi pedagang Pasar Baru Tanjungpinang. Pedagang yang memiliki surat perjanjian menjadi prioritas.

Penulis: Rahma Tika | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Rahma Tika
Pembeli sedang belanja cabai di Pasar Baru I Tanjungpinang, Jumat (4/3/2022). Walikota Tanjungpinang memberi atensi terkait relokasi pedagang Pasar Baru Tanjungpinang ini. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Relokasi pedagang Pasar Baru Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih terus bergulir.

Walikota Tanjungpinang Rahma menjadikan relokasi pedagang Pasar Baru Tanjungpinang itu sebagai atensinya.

Menurutnya, pedagang yang mengantongi surat perjanjian (SP) dan yang akan menempati relokasi akan dijadikan prioritas untuk menempati pasar yang akan dibangun di Pasar Baru Tanjungpinang.

"Seluruh pedagang yang menempati relokasi yang disiapkan pemerintah, secara otomatis itulah yang mengisi bangunan pasar yang baru yang dibangun Pemerintah,” ucap Rahma, Selasa (23/8/2022).

Tak hanya itu Rahma juga memastikan seluruh pedagang yang saat ini berjualan di Pasar Baru Tanjungpinang akan mengantongi SP.

Baca juga: Bulan Depan, Pedagang Pasar Baru Tanjungpinang Akan Direlokasi

Mereka akan mendapatkan SP baru sebanyak satu SP untuk satu Kepala Keluarga (KK).

Kemudian, pedagang yang memiliki lapak lebih dari satu akan diberikan dua lapak saja untuk menghindari monopoli.

"Karena, pedagang kaki lima yang berada di lokasi jalan Gambir, lorong Gambir, dan pelantar KUD harus kita akomodir untuk bisa menempati lapak atau kios,” tuturnya.

Sebelum pembongkaran pasar Tanjungpinang dimulai, Rahma meminta agar pedagang sudah harus pindah ke lokasi pasar sementara yang disediakan Pemko Tanjungpinang di Kilometer 7, tepat di belakang kantor Disdukcapil.

"Awal Oktober 2022, mereka sudah harus direlokasi. Sekarang ini persiapan mau pembongkaran. Kalau sudah dilaksanakan nanti, otomatis lokasi itu harus kosong agar tidak membahayakan pedagang dan pembangunan juga bisa berjalan lancar sesuai kontrak," kata Rahma.

Baca juga: Wali Kota Serahkan Dokumen Terkait Revitalisasi Pasar Baru Tanjungpinang ke Pusat

Sementara Ketua Himpunan Pedagang Pasar Tanjungpinang, Saroni mendukung penuh rencana Wali Kota dalam menata pedagang yang nantinya bisa menempati bangunan baru di Pasar Tanjungpinang.

Menurutnya, pendataan pedagang yang memiliki SP sesuai nama ini memberikan pemerataan yang berkeadilan.

Surat perjanjian yang diregristasi setiap tahunnya tersebut berguna untuk mengecek aktif tidaknya pedagang tersebut, bukan untuk mempersulit.

"Artinya, ini dapat menghilangkan yang namanya pencaloan lapak dan monopoli lapak. Sekarang ini, kita mencari yang jelas untuk ke depannya," sebut Saroni.(TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved