Breaking News:

Warga Natuna Sayangkan Proyek Senilai Rp 66 M Dibangun di Pulau Tak Berpenghuni

Proyek dengan dana Rp 66,7 miliar dari APBN 2022 dan dikerjakan di dua pulau tak berpenghuni di Natuna jadi sorotan warga. Banyak yang menyayangkannya

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Dewi Haryati
Dok.warga Natuna Said untuk Tribun Batam
Kondisi jalan rusak di Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna. Warga sayangkan proyek yang dibiayai APBN dengan nilai yang tak sedikit dibangun di pulau tak berpenghuni di Natuna. Warga bandingkan manfaatnya jika bangun jalan di pulau berpenghuni 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Republik Indonesia tengah menjalankan proyek berskala besar di dua pulau terluar Indonesia bagian Utara. Yaitu Pulau Semiun dan Pulau Sebetul di Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna.

Namun proyek bernama Pembangunan Pengamanan Pantai Pulau-pulau Terluar ini disayangkan sejumlah masyarakat Natuna, khususnya masyarakat Pulau Laut.

Diketahui, proyek ini menelan dana Rp 66,7 miliar dari APBN 2022. Tujuannya sebagai bentuk perlindungan negara terhadap pulau kecil terluar dari ancaman abrasi dan gangguan lainnya.

Adapun Pulau Semiun dan Pulau Sebetul merupakan pulau kecil terluar yang tak berpenghuni. Kedua pulau ini berada di sisi paling utara Kabupaten Natuna.

Letaknya tidak jauh dari Pulau Laut hanya berjarak kurang lebih satu kilometer.

Kepala Desa Kadur, Kecamatan Pulau Laut, Said Muhammad mengaku kecewa terhadap penetapan lokasi pembangunan dengan nilai yang tidak sedikit itu.

"Itu memang proyek pembangunan dari pusat, tapi sayangnya kenapa proyeknya di situ. Kami melihatnya itu sayang sekali, karena pulaunya tak berpenghuni," kata Said kepada Tribunbatam.id, melalui pesan WhatsApp, Selasa (23/8/2022)

Said melanjutkan, kabarnya proyek itu merupakan bangunan multi fungsi yang nantinya akan dapat mencover berbagai kegiatan selain fungsi dasarnya sebagai penjaga dan pengaman pulau kecil terluar.

Baca juga: Pemkab Natuna Dukung Pembangunan Pabrik Ikan di Selat Lampa, Bakal Serap 500 Pekerja

"Katanya itu akan jadi obyek wisata juga. Cuma kalau tidak ada penghuninya, saya rasa akan payah juga ngurusnya," imbuhnya.

Ia mengaku bukannya anti terhadap proyek pembangunan tersebut. Hanya saja pihaknya sekadar menyayangkan lokasi proyeknya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved