Breaking News:

Layanan Digital Dorong Perbankan Tutup Banyak Kantor Cabang, Total 11.290 Sudah Tak Beroperasi

Meluasnya layanan perbankan digital ternyata buat industri perbankan konvensional yang andalkan kantor cabang untuk melayani nasabah, makin terkikis.

Editor: Anne Maria
ist
ILUSTRASI. Aplikasi mobile internet banking perbankan digital Bank Rakyat Indonesia BRImo BRI mobile. Layanan Digital Perbankan saat ini Dorong Perbankan konvensional Tutup Banyak Kantor Cabangnya, Total 11.290 Sudah Tak Beroperasi 

TRIBUNBATAM.id- Layanan perbankan digital mendorong perbankan konvensional menutup banyak kantor cabangnya.

Total hingga saat ini sudah ada 11.290 kantor cabang bank yang sudah tak beroperasi.

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan saat ini terdapat 36.111 unit kantor cabang bank umum baik di dalam maupun luar negeri hingga Juni 2022.

Sebagai perbandingan, di Juni 2021 jumlah kantor cabang bank konvensional masih mencapai 47.401 unit.

Dengan demikian, dalam satu tahun terakhir, bank sudah menutup 11.290 unit jaringan kantor cabangnya. Padahal, jumlah bank umum yang ada di Indonesia tetap 107 unit dalam satu tahun ke belakang.

Makin meluasnya layanan perbankan digital ternyata membuat industri perbankan konvensional yang mengandalkan kantor cabang untuk melayani nasabah, makin terkikis.

Layanan perbankan digital yang bisa dilakukan dari smartphone membuat jumlah kantor cabang perbankan semakin menyusut per tahunnya.

Baca juga: Bank Indonesia Kepri dan Pemerintah Daerah Luncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan

Baca juga: Bank Indonesia Kepri dan Pemda Luncurkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan

Kalangan bankir menyebut, pandemi telah mempercepat penerimaan nasabah dalam bertransaksi secara digital.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk misalnya telah memangkas jumlah kantor cabang dari 8.993 jaringan di akhir 2021 menjadi 8.804 unit per Juni 2022.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto menyatakan perseroan akan terus melakukan penataan jaringan kerja, baik menambah atau mengurangi, agar lebih produktif dan efisien namun tetap efektif dalam memberikan layanan perbankan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved