Breaking News:

PEMKO BATAM

Tekan Inflasi, Pemko Batam Kembangkan Kebun Khusus Petani Cabai di Pulau Setokok

Pemko Batam dan Bank Indonesia sedang mengembangkan kebun khusus petani cabai di Pulau Setokok, Batam sebagai langkah mengendalikan inflasi di Batam.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami
Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Batam dan Bank Indonesia membuat kebun khusus untuk para petani cabai di Setokok, Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Upaya mengendalikan inflasi di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Pemerintah Kota Batam bersama stakehkolder lainnya sedang mengembangkan kebun khusus petani cabai di Pulau Setokok.

"Kami berupaya untuk menekan angka inflasi. Pak Mardanis (Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertananian Kota Batam) dan Bank Indonesia sedang membuat kebun khusus untuk para petani cabai di Setokok, dan sekarang sedang mengembangkan lagi di titik lain," ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad di Batam, Kamis (25/8/2022).

Diakuinya kenaikan harga komoditas strategis di Kota Batam disebabkan beberapa faktor.

Di antaranya perubahan cuaca yang cukup ekstrem, jalur pendistribusian dari satu titik ke Kota Batam yang tidak mudah serta nelayan yang tidak melaut karena susah dapat BBM.

"Seperti BBM, saya menghubungi Pertamina dan Hiswana Migas, saya minta bantu biar nelayan kita mudah dapatkan solar," tutur pria mantan Kadisperindag Kota Batam ini.

Pihaknya juga terus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan inflasi di Kota Batam dengan melaksanakan evaluasi secara rutin dengan instasi terkait.

Menurut Amsakar, terkait upaya menekan angka inflasi telah menjadi atensi agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau. 

"Alhamdulillah kita sudah melakukan itu. Karena TPID kami, BI dan OPD teknis selalu membuat agenda rutin untuk membahas hal itu. Insya Allah hal itu menjadi atensi dari Pemko Batam," kata Amsakar. 

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Batam menunjukkan inflasi sebesar 0,61 persen. Inflasi Kota Batam pada Juli 2022 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkn oleh kenaikan enam indeks kelompok pengeluaran.

Yaitu kelompok transportasi naik 3,84 persen, kelompok makanan, minuman, tembakau  naik 0,45 persen, kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,20 persen, kelompok perumahan, listrik, air, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,13 persen, kelompok kesehatan naik 0,05 persen, dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya naik 0,03 persen. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved