Breaking News:

Bank Indonesia Kepri

Kepala Perwakilan BI Kepri Berikan 2000 Bibit Cabe di Acara Jambore PKK Tanjungpinang

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Musni Hardi K Atmaja memberikan sebanyak 2000 bibit cabe

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Agus Tri Harsanto
Ist
Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Musni Hardi K Atmaja saat menyerahkan secara simbolis bibit cabe kepada perwakilan Kecamatan di Tanjungpinang 

TRIBUNBATAM.id,TANJUNGPINANG-Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Musni Hardi K Atmaja memberikan sebanyak 2000 bibit cabe kepada Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta akan diberikan juga sebanyak 5000 bibit kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Tanjungpinang.

Penyerahan tersebut dilakukan saat TP PKK Tanjungpinang mengadakan kegiatan Jambore PKK Ke-6 yang berlokasi di Halaman Rumah Dinas Wali Kota dan Wakil Walikota, Senggarang, Tanjungpinang, Jumat (26/08/2022) sore.

Musni tampak menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan setiap Kecamatan di Tanjungpinang.

Turut serta memberikan, Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina, Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, Ketua TP PKK Tanjungpinang, Muhammad Agung Wira Dharma, serta Ketua DPRD Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni.

Sebelum menyerahkan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Musni Hardi K Atmaja menyampaikan, bahwa pemberian bibit cabe merupakan gerak langkah terhadap inflasi.

"Dimana salah satu komoditas yang menjadi faktor terjadinya inflasi yakni cabe," ucapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun BPS Kepri, saat ini inflasi di Kepri pada bulan Juli 2022 tercatat sebesar 0,61 persen. Inflasi di Kepri pada bulan Juli 2022 jika dihitung berdasarkan tahun kalender dari Januari 2022 tercatat 4,38 persen, sementara dalam Year on Year (YoY), inflasi di Kepri tercatat 6,09 persen.

Adapun komoditas peyumbang terbesar inflasi pada bulan Juli di Kepri adalah cabe merah yang melonjak 158,83 persen dengan andil inflasi 0,95 persen. Lalu minyak goreng yang melonjak 46,08 persen dengan andil inflasi 0,59 persen, dan cabe rawit yang meningkat 106,70 persen dengan andil inflasi 0,21 persen.

Disebutkannya, selain cabe, masyarakat juga bisa melakukan penanaman tumbuhan hortikultura yang dapat bermanfaat sebagai bahan masakan sehari-hari.

Musni juga menyebutkan, gerakan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Jokowi dalam Rakornas Pengendalian Inflasi 2022.

Dimana Presiden menginstruksikan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memperkuat sinergi di pusat dan daerah.

Berkaitan dengan hal itu, Presiden Republik Indonesia memberikan 5 (lima) arahan dalam menjaga stabilitas harga dan meningkatkan ketahanan pangan, sehingga mendukung daya beli masyarakat dan pemulihan ekonomi nasional.

Arahan pertama yaitu memperkuat identifikasi sumber tekanan inflasi di daerah dengan memanfaatkan data makro dan mikro serta data detail; Kedua, memperluas kerja sama antardaerah (KAD) guna mengurangi disparitas pasokan dan harga antarwilayah. TPIP dan TPID perlu mengidentifikasi wilayah surplus dan defisit serta menjadi fasilitator untuk mendorong kerja sama antardaerah dalam pengendalian inflasi.

Lalu yang ketiga, menurunkan biaya transportasi dengan memanfaatkan fasilitasi distribusi perdagangan antardaerah; Keempat, mengoptimalkan penggunaan anggaran belanja tidak terduga untuk mendukung upaya pengendalian inflasi daerah; Kelima, mempercepat penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.(dra)

(Tribunbatam.id/endrakaputra)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved