Breaking News:

BATAM TERKINI

Polisi Gagalkan Aksi Nelayan Batam Selundupkan Biota Laut ke Singapura

Satpolairud Polresta Barelang Batam menggagalkan aksi penyelundupan biota laut ke Singapura yang dilakukan seorang nelayan Batam, Dollah

Penulis: Eko Setiawan | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Eko Setiawan
Satpolairud Polresta Barelang ekspose kasus penyelundupan biota laut ke Singapura dengan tersangka Dollah, nelayan di Batam, Jumat (26/8/2022) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Satpolairud Polresta Barelang Batam menggagalkan aksi penyelundupan biota laut ke Singapura.

Sejumlah biota laut asal perairan Batam Kepri ini akan dijual ke Singapura dengan harga yang fantastis.

Menurut keterangan pelaku kepada pihak kepolisian, dia sudah tiga kali melakukan transaksi penjualan biota laut ini.

Kasat Polairud Polresta Barelang Kompol Moh Rahmadhanto saat ekspose perkara di Kantor Polairud, Kamis (26/8/2022) mengatakan, pelaku penyelundupan biota laut ini diakukan oleh seorang nelayan Batam bernama Dollah.

"Karena dia nelayan, dia tahu biota laut mana yang bisa dijual ke Singapura. Dia juga mengumpulkan sejumlah biota laut ini dari teman-teman nelayan lainnya untuk dijual ke Singapura," sebut Rahmadhanto.

Penangkapan ini bermula dari adanya kecurigaan tim Patroli Polairud Polresta Barelang ketika melakukan giat di tengah laut di perairan Batam.

Baca juga: Wali Kota Rudi Jumpa Konjen Jepang Takonai, Jamin Kenyamanan Investasi di Batam

Saat itu, kapal speed boad yang dibawa oleh Dollah terlihat mencurigakan. Apalagi ketika polisi mendekat, dia mencoba melarikan diri.

Setelah sempat terjadi kejar-kejaran di perairan, akhirnya tim patroli melakukan pemeriksaan kapal dan mendapatkan sejumlah biota laut langka yang akan dibawa ke Singapura.

Sejumlah biota laut tersebut di antaranya bintang laut, kepiting karang, kelinci laut, siput mata sapi, gonggong, siput macan, bulu babi, kaktus laut kina dan sejumlah biota laut langka lainnya.

"Untuk sumber daya perikanan sebanyak 2.258 jenis, sementara untuk jenis bunga karang sebanyak 243 jenis. Barang-barang ini yang akan dijual ke Singapura," sebutnya.

Dollah adalah nelayan yang cukup handal, sebab dengan menggunakan speed boad dia bisa masuk ke Singapura dengan menggunakan alat.

Menurut Rahmadhanto alat yang digunakan Dollah untuk masuk ke Singapura tersebut yakni Automatic Identification System (Ais).

Baca juga: Walikota Batam Ungkap Alasan Tugu Air Mancur di Bundaran Tembesi Belum Dibuat

"Dia pakai alat namanya AIS. Alat itu untuk masuk perairan Singapura. Kalau pakai AIS dia bisa resmi masuk ke sana," tegasnya.

Akibat ulahnya ini, Dollah dikenakan pasal 40 ayat 2 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara atau denda Rp 100 juta. (tribunbatam.id/Eko Setiawan)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved