Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Selama Sepekan, Warga Karimun Konsumsi 14 Ton Cabai Merah

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Karimun mengatakan, konsumsi komoditi cabai merah dalam sepekan di Karimun sebanyak 14 ton.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Tri Indaryani
TribunBatam.id/Istimewa
Dalam sepekan, warga Karimun mengonsumsi 14 ton cabai merah. Ilustrasi cabai merah. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karimun, Sukriyanto Jaya Putra mengatakan, konsumsi komoditi cabai merah dalam sepekan untuk masyarakat Karimun.

"Kebutuhan pokok cabai merah di Karimun mencapai 14 ton dalam sepekan," ujar Sukriyanto, Jumat (26/8/2022).

Sukriyanto menambahkan, dari tingkat konsumsi itu sebanyak 75 persen cabai masih disuplai dari luar daerah.

"Produksi cabai merah petani lokal di Karimun selama ini hanya berkisar 3 hingga 4 ton dalam sepekan. Tentunya ini masih jauh dari tingkat konsumsi masyarakat," ujarnya.

Dengan begitu, pihaknya masih mengandalkan pasokan cabai yang berasal dari luar daerah seperti Sumatera Barat, Medan, dan Jawa.

Menurutnya, masalah pertanian ini tidak sederhana, sehingga memerlukan kerjasama berbagai pihak guna memperkuat sistem logistik.

"Yang menjadi masalah ini cuaca, apalagi faktor geografis. Inilah yang menjadi perhatian dan memerlukan kerjasama dengan berbagai pihak," ujarnya.

Selain itu, Sukri menyebut di akhir tahun ini melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun akan mengalokasikan penanaman cabai merah di lahan seluas 55 hektare.

Baca juga: DAFTAR Perumahan Alami Gangguan Aliran Air Bersih SPAM Batam, 26 Agustus 2022

Alokasi penanaman cabai tersebut melalui dana yang bersumber dari Pemerintah Pusat, Provinsi hingga Kabupaten.

Adapun alokasi itu meliputi dukungan 10 hektar lahan untuk cabai rawit dari provinsi Kepri, dana APBN melalui provinsi berupa 20 hektar lahan cabai merah.

Kemudian alokasi BNI untuk koperasi Plasma Agri Kundur seluas 25 hektare untuk cabai merah, dan 5 hektare bersumber dari APBD Karimun.

"Kami juga sudah ada kerjasama koperasi yang di Kundur dan di Batam. Apabila masuk masa panen, mereka sudah menjalin kerjasama. Artinya mereka sudah punya mangsa pasar," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati)
 

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved