BATAM TERKINI
SINGAPURA Butuh Pemasok Sembako dan Daging Ayam, Batam Masih Pikir-pikir
Saat ini, Singapura membutuhkan pemasok bahan pangan dan daging ayam setelah Malaysia menghentikan pasokan ayam ras ke Singapura mulai 1 Juni 2022.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengaku masih berpikir dua kali untuk memasok bahan pangan ke Singapura.
Namun, saat ini pihaknya masih membicarakan dan membahasnya dengan Dubes dan Menteri Singapura untuk membahas rencana tersebut.
"Kita sudah bahas bersama Dubes apa yang dibutuhkan untuk sembako atau ayam kalau kita bangun hari ini kira-kira berapa lama kontraknya ini. Jangan hanya setahun pabrik baru bertahan 7 bulan kontraknya berhenti bengkrak kita," ujar Rudi beberapa waktu yang lalu.
Diakuinya perlu ada perjanjian atau kontrak yang jelas soal pasokan pangan dari Batam ke Singapura tersebut.
Sebab, tata ruang Kota Batam tak bisa dijadikan tempat untuk khusus pemasok bahan pangan.
"Kalau di pulau mungkin bisa kita carikan. Saya sudah bicarakan ini dengan Dubes dan Menterinya. Kita siap. Tapi bagaimana kontraknya karena pengusaha takut juga nanti baru beberapa bulan kontraknya dihapus. Karena biayanya besar juga. Standar daging Singapura dengan kita beda," katanya.
Seperti diketahui Indonesia berencana ekspor ayam ke Singapura.
Baca juga: CUACA Batam Hari Ini, Jumat 26 Agustus 2022 Sejumlah Wilayah Hujan dan Berangin
Batam masuk dalam radar untuk dibangun peternakan baru demi mengekspor ayam segar ke negara tetangga.
Langkah ini dinilai bisa berhasil selama permintaan ayam di Singapura tetap tinggi.
Singapura mengalami krisis stok daging setelah Malaysia menghentikan pasokan ayam ras mulai 1 Juni 2022 lalu.
Peluang ini rencananya ditangkap oleh Peternak Ayam di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
"Ada seorang peternak ayam di Galang yang rencananya menangkap peluang ini. Dia mau ekspor ayamnya ke Singapura," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, Jumat (1/7/2022) lalu.
Saat ini peternak ayam tersebut sedang mengurus prosedural ekspor ayam ke luar negeri.
Peternak harus mengajukan kompartemen bebas penyakit dan melengkapi izin-izin tertentu.
Dalam mengurus izinnya, membutuhkan waktu yang cukup lama.