Breaking News:

KEUANGAN

Investasi KEK Termasuk di Batam Tembus Rp 84,5 Triliun, Serap 32.850 Tenaga Kerja

Peningkatan nilai investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang secara kumulatif berjumlah Rp 84,5 triliun dengan menyerap 32.850 tenaga kerja.

ISTIMEWA
KEK Nongsa Digital Park, sarana bagi anak bangsa mengembangkan industri digital. Peningkatan nilai investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang secara kumulatif berjumlah Rp 84,5 triliun dengan menyerap 32.850 tenaga kerja. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sejumlah wilayah termasuk di Batam, Kepulauan Riau memberikan dampak positif terhadap nilai investasi dan penyerapan tenaga kerja.

Empat KEK yang ditetapkan pada tahun 2021 setelah UU Cipta Kerja antara lain, KEK Nongsa dan KEK Batam Aero Technic di Batam Provinsi Kepulauan Riau, KEK Lido di Provinsi Jawa Barat, dan KEK Gresik di Jawa Timur.

"Ketiga KEK tersebut dalam jangka waktu 1 tahun telah merealisasikan investasi sebesar Rp 29,1 triliun dan lapangan kerja baru sebanyak 9.746 orang," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Dikatakannya, keberadaan KEK tersebut berperan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,44 persen secara tahunan pada kuartal II-2022 didukung realisasi investasi yang meningkat menjadi Rp 302 triliun.

Peningkatan nilai investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang secara kumulatif berjumlah Rp 84,5 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 32.850 orang.

Baca juga: Ratusan Warga Natuna Serbu Bazar Pangan di Pantai Piwang, Harga Jual Lebih Murah

Airlangga mengatakan, kemajuan realisasi investasi di KEK tidak lepas dari upaya perbaikan yang dilakukan melalui Undang-Undang Cipta Kerja yang melingkupi perluasan kegiatan usaha yaitu jasa kesehatan dan pendidikan, pemberian insentif dan kemudahan, penataan kelembagaan, sistem elektronik perizinan berusaha dan kegiatan pendukung (OSS), sistem elektronik pelayanan perpajakan dan kepabeanan.

"Ke depan, potensi investasi di KEK dapat lebih ditingkatkan sehingga lapangan kerja baru dapat semakin diperluas dan meningkatkan multiplier effect yang bermanfaat bagi masyarakat di daerah," ujar Airlangga dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (28/8/2022).

Menko Airlangga menyampaikan bahwa Dewan Nasional KEK juga mendorong implementasi Sistem Aplikasi KEK.

Sistem tersebut untuk pelayanan kepabeanan dengan dukungan Indonesia National Single Window (INSW) dan diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pengusaha untuk melakukan ekspor atau melakukan impor bahan baku serta pengeluaran barang ataupun produk ke dalam negeri.

“Sistem ini diharapkan dapat didukung dengan pelayanan kepabeanan 24 jam dalam seminggu untuk beberapa KEK yang arus barang ekspor dan impornya cukup tinggi,” tegas Airlangga. (kontan.co.id)


Sumber : Kontan.co.id

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved