Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Anggota Polda Kepri Buru Sidabutar, Tersangka Timbun Solar Subsidi Kini DPO

Wadireskrimsus Polda Kepri mengungkap peran tersangka Sidabutar dalam kasus penimbunan BBM jenis solar subsidi di Batam yang kini berstatus DPO.

TribunBatam.id/Bereslumbantobing
Barang bukti kendaraan yang telah dimodifikasi untuk melangsir Bahan Bakar Minyak (BBM) solar subsidi. Penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri menetapkan satu tersangka sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penyidik Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri menetapkan Sidabutar masuk dalam daptar pencarian orang (DPO) dalam kasus penimbunan BBM solar subsidi di Batam.

Sidabutar merupakan rekan Tigor Hutapea (47) yang telah berstatus tersangka dalam kasus penimbunan BBM solar subsidi yang digrebek di komplek pertokoan di Kecamatan Sagulung, Kota Batam oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri.

Sidabutar jadi buronan setelah anggota Ditreskrimsus Polda Kepri menangkap Tigor Hutapea (47) sebagai sopir pelangsir BBM solar subsidi dari sejumlah SPBU yang berada di Batuaji dan Sagulung.

Dari tangan Tigor Hutapea, polisi mengamankan tiga unit mobil minibus, sembilan struk pembelian solar, 630 liter solar, 12 kartu Brizzi serta uang tunai Rp 3.050.000.

Wadireskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan mengungkap jika Sidabutar yang telah berstatus DPO merupakan otak pelaku untuk melakukan pemalsuan kartu Brizzi.

Baca juga: Polisi Ungkap Modus Baru Pelangsir BBM Subsidi di Batam, 630 Liter Solar Jadi BB

“Berdasarkan pengakuan tersangka, ia mendapat kartu Brizzi dari Sidabutar. Tersangka TH merupakan sopir yang melakukan pengisian solar subsidi di berbagai SPBU. Untuk melancarkan aksinya, ia menggunakan 12 kartu Brizzi edisi lama yang telah dipalsukan,” ungkap Nugroho, Selasa (6/9/2022).

Tersangka Tigor Hutapea kepada polisi mengaku mendapat 12 kartu Brizzi serta akan menjual solar subsidi kepada Sidabutar.

“Jadi selain membuat kartu Brizzi palsu, DPO ini juga penampung solar yang ditimbun tersangka yang sudah kami tangkap,” katanya.

Nugroho menyebutkan modus yang dilakukan oleh pelaku masih sama seperti modus lainnya.

Yaitu dengan cara mengisi BBM secara normal dan memindahkannya ke mobil yang sudah dimodifikasi.

"Untuk mengelabui petugas Pertamina, pelaku melaku pengisian BBM secara normal menggunakan kartu fuel card Brizzi yang telah digandakan dengan menempelkan stiker," kata Wadireskrimsus Polda Kepri ini.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelangsir BBM Bersubsidi di Kawasan Sagulung Batam, Satu Orang DPO

Dari ungkap kasus itu, polisi mendapat tiga unit mobil mini bus dengan nomor polisi BP 7236 ZN telah berkali-kali melakukan pengisian BBM.

Polisi sebelumnya membuntuti mobil tersebut.

Setelah itu memindahkan ke mobil lain dengan nomor polisi BP 1660 ZN yang sedang terparkir.

"Dari pemeriksaan mobil tersebut telah melakukan pengisian BBM sebanyak sembilan kali dalam satu hari. Padahal kartu Brizzi untuk satu hari hanya bisa digunakan dan dilakukan pengisian sebanyak 30 liter," bebernya.

Terhadap tersangka yang diamankan dikenakan pasal 40 angka 9 UU No 11 tahun 2020 tentang cipta kerja atau pasal 55 UU No 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 60 miliar.(TRIBUNBATAM.id/Bereslumbantobing)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved