Breaking News:

BATAM TERKINI

Nasabah Koperasi Merasa Tertipu, Kapolres Arahkan Korban Melapor Ke Polisi

Utusan Sarumaha, Anggota Komisi I DPRD Batam yang menemui massa aksi, mengatakan, pihaknya akan segera melakukan RDP terkait kasus ini.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi
Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N meminta masyarakat Belakang Padang yang jadi korba penipuan lapor Polisi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kapolersta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, meminta para korban nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Karya Bhakti untuk membuat laporan ke pihak kepolisian. Agar kasus uang nasabah yang tak kembali ini segera ditangani.

"Buat laporannya. Nanti akan kita tindak lanjuti, telusuri. Kita panggil saksinya satu satu, kita lihat berapa kerugiannya. Saya akan perintahkan Kasat Reskrim untuk menindak lanjuti laporan tersebut," ujar Nugroho, Kamis (8/9/2022).

Utusan Sarumaha, Anggota Komisi I DPRD Batam yang menemui massa aksi, mengatakan, pihaknya akan segera melakukan RDP terkait kasus ini.

"Surat masuk sudah kita terima. Namun,  karena jadwal yang begitu padat belum bisa kita jadwalkan. Kita akan segera atur waktu untuk RDP," kata dia di hadapan massa aksi.

Masyarakat Belakang Padang bersama Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Organisasi Kemasyarakatan Lang Laut melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPDR Batam, Kamis (8/9/2022).

Kehadiran masyarakat ini meminta DPRD Batam untuk membantu mereka menyelesaikan terkait kasus penggelapan dana Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Karya Bhakti.

Firmansyah, Koordinator Lapangan aksi mengatakan, total kerugian yang dialami warga mencapai Rp6 miliar. Hingga saat ini takada penyelesaian dari pihak KSP.

Sebelumnya KSP Karya Bhakti bernama Swamitra KUD Kharya Bhakti, 
didirikan pada tahun 1982 dengan Nomor Badan Hukum Pendirian : 948 /BH/XIII, Tanggal  Badan Hukum Pendirian : 15/11/1982 (dilihat dari situs kementerian koperasi). 

"Alasan kenapa masyarakat Belakang Padang dan sekitar mau menabung di Swamitra KUD Kharya Bhakti karena pada waktu itu belum adanya BANK atau tempat menabung yang aman dan dipercayai," kata Firman.

Seiring dengan berjalannya waktu Swamitra KUD Kharya Bhakti berganti nama menjadi Koperasi Simpan Pinjam Kharya Bhakti. Di mana koperasi tersebut beranggotakan 57 orang dan nasabah kurang lebih 200-an orang.

"Jadi sekitar tahun 2021, beberapa nasabah sudah mulai susah mengambil tabungannya yang disimpan pada Koperasi Simpan Pinjam Karya Bhakti," kata dia.

Bahkan, salah satu nasabah, Pabngari ingin melakukan penarikan tabungan untuk mendaftarkan berangkat Umroh.

"Tapi pihak koperasi menyuruh dia untuk menunggu beberapa hari atau beberapa minggu dengan alasan tidak ada dana di kas koperasi," kata dia.

Kabar mengenai sulitnya menarik uang di KSP tersebut akhirnya beredar luas di kalangan masyarakat sekitar Kecamatan Belakang Padang.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved