Breaking News:

Satu Terduga Pelaku Penganiayaan Santri Pondok Gontor hingga Meninggal Ternyata Anak di Bawah Umur

Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo sebut satu di antara terduga pelaku penganiayaan santri di Ponpes Gontor adalah seorang anak di bawah umur

Editor: Anne Maria
Tangkap layar INSTAGRAM/@soimah_didi
Tangkap layar postingan Soimah, ibunda santri asal Palembang yang tewas dianiaya di Ponpes Gontor. Beberapa hari setelah kepergian AM, santri Ponpes Gontor yang tewas dianiaya, Soimah menulis curhatan berupa kerinduan terhadap sang anak. Kasus penganiayaan santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) terus diselidiki pihak kepolisian. Ternyata korban lebih dari satu, siapa pelakunya? 

TRIBUNBATAM.id, PONOROGO- Terungkap fakta baru terkait kasus penganiayaan santri di Ponpes Gontor, Ponorogo.

Ternyata satu di antara terduga pelaku penganiayaan santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) hingga meninggal dunia adalah anak di bawah umur.

Namun demikian saat ini status yang bersangkutan masih sebagai saksi.

Polres Ponorogo juga menyiapkan bantuan hukum dan pekerja sosial mendampingi anak tersebut.

"Kita libatkan psikolog juga selain pendamping hukum," kata Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo, Jumat (9/9/2022).

Lebih lanjut saat ini Polres Ponorogo juga telah memeriksa 25 saksi.

Terbaru Polres Ponorogo telah mengumpulkan keterangan dari dokter forensik dan pengasuh atau ustaz Pondok Gontor.

Baca juga: Hasil Autopsi Jenazah Santri Ponpes Gontor, Kapolres Ponorogo Ucap Ada Memar Dada Bekas Benda Tumpul

Baca juga: Korban Penganiayaan Santri di Gontor Ternyata Tiga Orang, Dua Santri Sudah Sehat, Jasad AM Diautopsi

Catur mengatakan masih akan menunggu Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Nikolas Bagas bersama timnya yang sedang perjalanan kembali dari Palembang menuju Ponorogo setelah melakukan autopsi.

Dan juga tim lain yang bertugas untuk membawa terduga pelaku ke Ponorogo ataupun tugas lain yang berkaitan erat dengan terduga pelaku.

"Kita menunggu tim (autopsi) hari ini kembali dan kita konsolidasi dengan tim yang membawa dan bertugas berkaitan terduga pelaku," kata Catur.

Dari konsolidasi tim itu diharapkan bisa menjadi langkah polisi untuk menaikkan kasus tersebut ke tahapan selanjutnya.

"Dalam pro justitia ini kita penuhi legal standingnya baik formil dan materil," terang Catur.

Ada Memar dan Bekas Benda Tumpul di Dada

Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo mengungkapkan hasil autopsi jenazah AM (17).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved