Breaking News:

Dua Nelayan Natuna Ditangkap APM Malaysia Gegara Tangkap Ikan sampai ke Negeri Jiran

Dua nelayan Natuna bernama Kasnadi dan Johan ditangkap petugas keamanan Malaysia saat melaut. Hingga kini mereka belum dibebaskan & masih di Malaysia

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Dua nelayan Natuna ditangkap Agensi Penguatkuasaan Maritim (APM) Malaysia Zona Maritim Tanjung Manis, Rabu (7/9/2022) lalu. Hingga kini nelayan tersebut masih belum dibebaskan 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Dua nelayan Natuna ditangkap Agensi Penguatkuasaan Maritim (APM) Malaysia Zona Maritim Tanjung Manis, Rabu (7/9/2022) lalu.

Kedua nelayan tersebut diduga menangkap ikan secara ilegal di perairan Malaysia tanpa dilengkapi dokumen resmi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Aliansi Nelayan Natuna (ANNA), Henri.

Ia menjelaskan dua nelayan yang diamankan akibat menangkap ikan hingga ke Tanjung Jerijeh, Malaysia.

Kedua nelayan itu merupakan nelayan asal Kabupaten Kepulauan Anambas yang berdomisili di Kecamatan Bunguran Timur, Natuna.

"Mereka ditangkap 7 September kemarin," kata Henri kepada Tribunbatam.id, melalui sambungan telepon, Rabu (14/9/2022).

Henri melanjutkan, kedua nelayan itu masing-masing bernama Kasnadi dan Johan. Mereka diamankan petugas Maritim Malaysia ke Jeti Terminal Tanjung Manis bersama dengan kapal motor bobot 4 gross ton yang digunakan menangkap ikan.

Baca juga: Akhiri Jabatan sebagai Kapolsek Bengkong Batam, AKP Bob Ferizal Bagi Beras ke Nelayan

"Ada dua nelayan yang ditangkap karena kesalahan nelayan kita masuk sampai perairan Malaysia," ujar Henri.

Menurutnya, kesalahan yang dilakukan nelayan di daerah terdepan NKRI itu disebabkan banyaknya kapal ikan asing yang mencuri ikan menggunakan trawl.

Sehingga ekositem Laut Natuna menjadi rusak hingga membuat populasi ikan menurun.

Alhasil kedua nelayan Natuna itu mencari ikan hingga ke Malaysia.

"Mereka sampai ke sana karena di perairan kita sendiri keberadaan kapal ikan asing pakai trawl dan kapal cantrang dari Pantura menyebabkan ekosistem terganggu dan ikannya berkurang. Selain itu nelayan kita kan menggunakan pancing kalau ekosistem di dasar laut rusak tentu ikannya pun tidak ada," katanya.

Meski begitu, hingga kini pemerintah belum mengambil langkah terkait penahanan dua nelayan Natuna yang ditahan di Tanjung Manis, Malaysia.

Henri pun mengharapkan Pemerintah Indonesia mampu mengatasi keberadaan kapal ikan asing yang mencuri menggunakan trawl di Laut Natuna.

Baca juga: Kapolres Lingga Bagikan Sembako Bagi Nelayan, Kurangi Dampak Kenaikan Harga BBM

Hal ini agar nelayan Natuna tidak terusir dari lautnya sendiri hingga ke Malaysia.

"Jika ekosistem laut rusak tentu nelayan harus mencari lebih jauh lagi keberadaan ikan untuk dipancing. Sebab nelayan di sini masih menggunakan alat yang masih sangat tradisional," sebutnya.

Menurutnya, saat ini belum ada langkah penyelesaian dari pemerintah daerah atau pusat untuk membebaskan kedua nelayan tersebut.

"Setahu saya belum ada upaya penyelesaian. Mohon nelayan dan kapalnya dilakukan pembebasan dan dikembalikan ke Natuna," pintanya. (Tribunbatam.id/Muhammad Ilham)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved